Wanita Kristen di Australia Terus menjadi Sulit Menciptakan Pasangan Seagama

by -1,024 views
Wanita Kristen di Australia Terus menjadi Sulit Menciptakan Pasangan Seagama

Canberra- Jadi pengikut agama Kristen di Australia yang terus menjadi sekuler jadi tantangan tertentu, spesialnya dalam mencari pendamping hidup. Perihal ini paling utama dirasakan kalangan wanita Kristen yang jumlahnya lebih banyak dibanding laki- laki Kristen.

Salah seseorang antara lain merupakan Anna Hitchings, di umurnya yang saat ini 32 tahun, ia berambisi telah menikah serta mempunyai anak.

Tetapi sepanjang satu tahun terakhir, Hitchings mulai berasumsi sungguh- sungguh kalau ia bisa jadi tidak hendak menikah serupa sekali.

” Itu kenyataan yang wajib aku hadapi.” tuturnya.

” Rasanya bukan tidak bisa jadi aku tidak hendak sempat menikah. Serta apalagi sebagian orang berkata perihal itu besar mungkin hendak terjalin.”

Jumlah laki- laki di Australia dengan cara biasa memanglah lebih sedikit, dari 100 wanita, cuma terdapat 98. 6 pria.

Serta kesenjangan itu bertambah untuk wanita Kristen yang mau menikah dengan mereka yang mempunyai agama yang serupa.

Jumlah masyarakat Australia yang berterus terang berkeyakinan Kristen telah menyusut runcing dalam 40 tahun terakhir.

Di tahun 1966, 88 persen masyarakat di Australia berterus terang berkeyakinan Kristen, tetapi di tahun 2016 bermukim 40 persen saja.

Serta dari jumlah itu, mereka yang berterus terang Kristen lebih banyak wanita dibanding pria( 55 persen berbanding 50 persen).

A woman with blonde hair and a white kaus dalam leans on a wall.

Anna Hitchings mau menikah dengan orang yang mempunyai agama yang serupa dengannya.( ABC News)

Yoke Yen Lee, sedang bermukim bersama kedua orang berumur serta 2 abang di Sydney Selatan, serta berterus terang kalau mestinya ia telah lamban menikah serta bisa jadi telah mempunyai anak.

Wanita berumur 40 tahun itu mempunyai pekerjaan berhasil di aspek pengasuhan kanak- kanak, serta saat ini menghabiskan banyak durasi buat melayani di gerejanya bagaikan Abdi Untuk Kanak- kanak.

” Aku duga aku merasa lebih mau dinilai bagaikan seseorang bunda dibanding bagaikan seseorang istri.” tuturnya.

” Aku lebih mau jadi seseorang bunda.”

Kala di umur 20 tahunan, Yoke luang beranggapan jadi orang berumur tunggal, tetapi setelah itu searah dengan keyakinannya, ia tidak menjajaki jejak itu.

Walaupun saat ini belum menikah, Yoke berkata kegiatannya di gereja membagikan kenyamanan kalau ia pula membagikan donasi dalam pertanyaan kekeluargaan, cuma dalam wujud yang berlainan.

Di gereja ia dikelilingi oleh kanak- kanak serta orang belia, serta ia memainkan kedudukan berarti dalam membagikan bimbingan kebatinan dalam ekspedisi hidup mereka.

” Aku tidak merasa kehabisan sebab tidak mempunyai keluarga, tetapi senantiasa merasa mempunyai keluarga cuma dalam wujud berlainan.” tuturnya.

Amati postingan sepenuhnya dalam bahasa Inggris di mari