Viral Pendaki Cewek di Rinjani Disetubuhi untuk Atasi Hipotermia, Berikut Fakta yang Harus Diketahui

by -2,067 views
Viral Pendaki Cewek di Rinjani Disetubuhi untuk Atasi Hipotermia, Berikut Fakta yang Harus Diketahui
Viral Pendaki Cewek di Rinjani Disetubuhi untuk Atasi Hipotermia, Berikut Fakta yang Harus Diketahui

Beritadalam.com , – Sejumlah fakta tentang info viral seorang cowok menyetubuhi pendaki cewek di Rinjani dengan tujuan untuk mengatasi hipotermia parah, telah terungkap.

Fakta-fakta tentang info viral menangani hipotermia dengan cara disetubuhi ini terungkap setelah informasi tersebut beredar di media sosial dan mendapat tanggapan dari Badan SAR Nasional (Basarnas).

Berikut sejumlah fakta tentang info viral cowok menyetubuhi pendaki cewek di Rinjani dengan tujuan untuk mengatasi hipotermia parah, yang dirangkum beritadalam.com dari tribun.com dalam artikel ‘Viral, Bagaimana “Skin to Skin” yang Benar untuk Atasi Hipotermia?’

  1. Muncul di Media Sosial

Informasi mengenai penanganan hipotermia dengan cara disetubuhi ini pertama kali muncul dari salah satu akun media sosial dan menjadi viral.

Berdasarkan informasi viral itu, disebutkan bahwa “skin to skin” untuk menangani hipotermia adalah dengan cara disetubuhi.

Bahkan, si pemberi info tersebut menceritakan pengalamannya tentang kasus pendaki cewek di Rinjani yang disetubuhi cowoknya untuk mengatasi hipotermia.

  1. Tanggapan Basarnas

Mengonfirmasi hal ini, Kompas.com (jaringan Surya.co.id) menghubungi Kepala Bagian Humas Badan SAR Nasional (Basarnas), Suhri Sinaga, Senin (22/7/2019).

Ia menegaskan, menghangatkan tubuh seseorang yang mengalami hipotermia dengan cara disetubuhi adalah hal keliru.

“Menurut saya, itu enggak benar cara menanganinya.

Kalau yang kami pernah pelajari, cukup dengan mengganti pakaian dan memakai selimut saja,” ujar Sinaga saat dihubungi Kompas.com pada Senin (22/7/2019).

“Tidak ada itu metode menyetubuhi, itu ajaran sesat,” ujar Sinaga.

  1. Cara Mengatasi Hipotermia yang Benar

Sinaga juga memberikan beberapa cara yang benar untuk mengatasi korban Hipotermia

Sinaga mengatakan, jika korban hipotermia mengenakan baju yang basah, maka ia dilepas bajunya dan diganti dengan pakaian kering.

Cara lain yang bisa dilakukan, dengan melepas semua pakaian basah dan saling berpelukan di dalam sleeping bag antara sesama gender.

Laki-laki dengan laki-laki itu oke. Pasangan suami-istri juga oke.

Bukan, laki-perempuan disetubuhi,” jelas Sinaga.

Sebagai informasi, Hipotermia adalah penurunan suhu badan secara drastis, hingga di bawah 35º Celcius (suhu tubuh normal berkisar di angka 37º Celcius)

Dilansir dari Hellosehat, berikut langkah-langkah menangani Hipotermia jika tak ada peralatan medis

  • Jika keadaan memungkinkan, pindahkan ia ke ruangan kering dan hangat dengan perlahan dan hati-hati. Gerakan spontan dan keras dapat memicu detak jantung tak teratur yang berbahaya.
  • Dengan hati-hati, lepas segala pakaian basah dan keringkan tubuhnya dengan baik. Hangatkan tubuhnya mulai dari dada dan kepalanya terlebih dahulu. Setelahnya lindungi tubuhnya dengan lapisan selimut dan pakaian kering sambil menunggu bantuan medis tiba. Gunakan panas tubuh Anda sendiri jika tidak ada sumber panas lain tersedia.
  • Jika mungkin, tawarkan minuman hangat atau makanan tinggi energi, seperti cokelat, untuk menghangatkan tubuhnya. Hanya lakukan ini jika orang tersebut bisa menelan seperti biasa (minta mereka untuk batuk untuk melihat apakah mereka bisa menelan).

Jika korban Hipotermia tak sadarkan diri maka lakukan langkah-langkah ini:

  1. Bawa ke dalam tenda

Tujuannya untuk menjaga dari angin yang berhembus, tenda juga adalah tempat yang cukup hangat ketika berada di alam bebas.

  1. Ganti baju basah secara perlahan

Penggantian baju dilakukan dengan perlahan, pastikan tidak terburu-buru.

  1. Masukan ke dalam sleeping bag

Untuk menjaga panas tubuh yang tersisa tidak mudah lepas begitu saja.

  1. Berbagi panas tubuh

Bisa dilakukan dengan cara memegang tangan atau memeluknya.

Panas tubuh akan mudah berpindah ketika menempel ke tubuh lainya (kulit ketemu kulit).

Pastikan Anda mengetahui etikanya ketika melakukan hal ini.

  1. Sadarkan korban

Cara menyadarkannya bisa dengan menepuk-nepuk pipi atau dengan memanggil namanya.

Ketika korban sudah sadar, Anda bisa melakukan langkah penanganan korban hipotermia ketika sadar.

Perlu diketahui juga, ada hal-hal tertentu yang tidak boleh dilakukan ketika membantu korban hipotermia karena bertindak sembrono dapat memperburuk kondisi, seperti:

  • Jangan menghangatkan tubuh mulai dari tangan dan kakinya. Menghangatkan ujung-ujung tungkai tangan dan kaki sebagai tindakan pertama bisa sebabkan syok
  • Jangan juga memijat kaki dan tangannya
  • Jangan merendam tubuhnya dalam air hangat/panas
  • Jangan berikan alkohol atau minuman berkafein
  • Jangan gunakan lampu pemanas untuk menghangatkan tubuhnya
  • Jangan berikan minuman atau makanan untuk dikonsumsi jika orang tersebut tidak sadarkan diri
  • Jika tak ada sumber panas yang tersedia, koyo atau kompres panas bisa ditempelkan di dada, ketiak, leher, dan pangkal paha; namun ini dapat menyebabkan luka bakar pada kulit.
  1. Menghindari Hipotermia

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hipotermia.

Langkah-langkah sederhana dapat membantu, seperti memakai pakaian hangat yang tepat dalam cuaca dingin dan memastikan bahwa anak-anak terlindungi dengan ketika mereka pergi ke luar.

Kenakan topi atau pelindung lainnya untuk mencegah panas tubuh melarikan diri dari kepala, wajah dan leher.

Lindungi tangan Anda dengan sarung tangan tebal. Usahakan agar tubuh tetap selalu kering.

Berhati-hatilah untuk menjaga tangan dan kaki tetap kering, karena mudah untuk air dingin untuk masuk ke sarung tangan dan sepatu bot.

Lepas pakaian basah sesegera mungkin, misalnya setelah berenang atau kebanjiran.

Jangan minum alkohol jika Anda akan berlama-lama berada di luar ruangan selama cuaca dingin atau sebelum tidur di malam yang dingin.

Bila mungkin, awasi tetangga yang sakit dan orang tua untuk memastikan bahwa rumah mereka tetap hangat saat cuaca dingin.

Berita ini telah tayang di tribun.com dan ditulis kembali oleh beritadalam.com