Ucapan HUT RI: Sering Salah Kaprah, Berikut Penggunaan Kata Dirgahayu yang Tepat

by -1,359 views

 

Dirgahayu memiliki makna berumur panjang, biasa ditujukan kepada negara atau organisasi. Dirgahayu Republik Indonesia memiliki arti selamat ulang tahun Republik Indonesia

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dirgahayu memiliki arti berumur panjang (biasanya ditujukan kepada negara atau organisasi yang sedang memperingati hari jadinya).

Kata dirgahayu merupakan kata serapan dari Bahasa Sanskerta, dīrghāyuṣa yang bermakna ‘panjang umur’ atau berumur panjang’.

Sehingga apabila digunakan untuk pengucapan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, kalimat yang benar adalah dirgahayu Republik Indonesia.

Beberapa contoh pengucapan yang salah dalam Bahasa Indonesia yaitu:

Dirgahayu HUT RI Ke-74

Dirgahayu RI Ke-74

HUT ke LIV Kemerdekaan Indonesia

Dirgahayu Kemerdekaan Kita Ke-74

Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-74

Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-74

Peringatan Ulang Tahun RI Ke-74

Selamat Hari Ulang Tahun RI Ke-74

H.U.T.R.I Ke-74

Dirgahayu HUT RI ke-74

Makna kata dirgahayu adalah ‘panjang umur’ atau berumur panjang’.

Jika dihubungkan dengan makna yang didukung oleh HUT, pemakaian kata dirgahayu tidak tepat karena rangkaian kata dirgahayu HUT bermakna ‘selamat panjang umur HUT’.

Makna seperti itu dapat memberi kesan bahwa yang diberi ucapan “selamat panjang umur” dan “semoga panjang umur” adalah HUT-nya, bukan RI-nya.

Padahal yang dimaksud dengan ungkapan adalah RI.

Oleh karena itu, agar dapat mendukung pengertian secara tepat, susunan dirgahayu HUT perlu diubah menjadi dirgahayu RI.

Ungkapan itu sudah tepat tanpa harus disertai HUT dan ke-54.

Jika HUT ingin digunakan, sebaiknya kata dirgahayu kita hilangkan dan kata bilangan tingkat ke-54 dipindahkan sebelum RI sehingga susunannya menjadi HUT KE-54 RI.

Ketidaktepatan contoh (2), yaitu dirgahayu RI ke-54, terletak pada penempatan kata bilangan tingkat.

Dalam hal ini kata bilangan tingkat yang diletakkan sesudah RI (RI Ke-74) dapat menimbulkan kesan bahwa RI seolah-olah berjumlah 74 atau mungkin Iebih.

Kesan itu dapat menimbulkan pengertian bahwa yang sedang berulang tahun adalah RI yang ke-74 bukan RI yang ke-10 ke-15, atau yang lain.

Padahal, kita mengetahui bahwa di dunia ini hanya ada satu RI, yaitu Republik Indonesia, yang sedang berulang tahun ke-74.

Untuk meng­hindari kemungkinan terjadinya salah tafsir semacam itu, susunan RI ke-74 harus kita ubah.

Pengubahan itu dilakukan dengan memindah­kan kata bilangan tingkat ke-74 ke posisi sebelum RI dan menggantikan kata dirgahayu dengan HUT sehingga susunannya rnenjadi HUT ke-54 RI.

Contoh (3) ketidaktepatannya terletak pada penulisan angka Romawi.

HUT ke LIV Kemerdekaan Indonesia

HUT ke LIV Kemerdekaan Indonesia merupakan contoh penulisan yang salah.

Contoh ketidaktepatannya terletak pada penulisan angka Romawi.

Dalam hal ini kata bilangan tingkat yang ditulis dengan angka Romawi seharusnya tidak didahului dengan ke-.

Oleh karena itu, bentuk ke- pada kata bilangan tingkat ke LIV pada contohharus dihilangkan sehingga menjadi LIV.

Sebaliknya, jika ditulis dengan angka Arab, bentuk ke- harus disertakan sebelum angka Arab itu sehingga bentuknya menjadi ke-74.

Jadi, penulisan ungkapan contoh di atas yang tepat adalah HUT LlV Kemerdekaan RI atau HUT Ke- 74 Kemerdekaan RI.

Penulisan yang Benar

Beberapa ungkapan yang dapat digunakan, antara lain:

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu RI

Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia

HUT Ke-74 Republik Indonesia

Peringatan Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia

Selamat Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia

HUT Ke-74 RI

Logo HUT RI ke 74 Tahun 2019 (kemensetneg.ri)

Dengan beranalogi pada bentukan ungkapan tersebut, kita pun dapat membentuk ungkapan lain secara cermat untuk menyatakan ‘selamat ulang tahun’ pada keperluan yang lain, misalnya pada ulang tahun TNI, ulang tahun KORPRI, ulang tahun RRI, atau ulang tahun TVRI.

Dengan menggunakan ungkapan secara cermat, selain dapat menyatakan informasi yang tepat berarti kita pun turut mendukung usaha pembinaan dan pengembangan bahasa.