Siapa Jaswar Koto? Namanya Mencuat Setelah Jadi Saksi Ahli BPN Prabowo-Sandi, Bicara Soal Situng KPU

by -1,899 views
Siapa Jaswar Koto Namanya Mencuat Setelah Jadi Saksi Ahli BPN Prabowo-Sandi, Bicara Soal Situng KPU
Siapa Jaswar Koto Namanya Mencuat Setelah Jadi Saksi Ahli BPN Prabowo-Sandi, Bicara Soal Situng KPU

Beritadalam.com – Nama Jaswar Koto sedang dicari banyak warganet di mesin pencarian Google.

Di laman Google Trends Indonesia, Kamis (20/6/2019) sore, Jaswar Koto menempati posisi pertama sebagai keyword yang paling banyak dicari.

Rupanya, nama Jaswar Koto mencuat setelah menjadi saksi ahli yang dihadirkan kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (20/6/2019) dini hari.

Saat itu, Jaswar Koto menjelaskan soal situng milik KPU.

Menurutnya, ada pola kesalahan input data pada situng KPU.

Pola kesalahan itu merugikan pasangan capres-cawapres nomor urut 02.

Bahkan, Jaswar Koto menyebut sistem situng cenderung mengurangi suara pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dan menggelembungkan jumlah perolehan suara Jokowi-Maruf Amin.

Siapa Jaswar Koto? Namanya Mencuat Setelah Jadi Saksi Ahli BPN Prabowo-Sandi, Bicara Soal Situng KPU

“Pola kesalahan hitung pada Situng mengacu pada penggelembungan suara 01 dan pengurangan pada (suara) 02,” ujar Jaswar Koto dalam sidang lanjutan sengketa hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019), dilansir TribunJabar.id dari Kompas.com.

Untuk mendukung pernyataannya itu, Jaswar Koto juga sempat memaparkan analisis yang ia lakukan.

Jaswar Koto mengaku memilih 63 TPS secara acak.

Di TPS itu terjadi kesalahan input data, yaitu perbedaan antara data angka di Situng dengan rekapitulasi formulir C1 milik KPU.

Ia mengatakan, menurut analisis tersebut, ada kesalahan input data berupa pengurangan suara Prabowo-Sandi sebesar 3.000 suara dan penambahan jumlah perolehan suara pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebesar 1.300 suara.

Sebagai validasi, analisis itu juga dilakukan olehnya sebanyak dua kali.

“Ini pola kesalahan, meski KPU bilang sudah diperbaiki. Dua kali kami menganalisa polanya 01 dimenangkan, 02 diturunkan,” ujarnya.

Dilansir TribunJabar.id dari beritadalam.com, Jaswar Koto ternyata memiliki jejak karir sebagai akademisi dan ahli yang terbilang mentereng.

Sejatinya, ia merupakan ahli di bidang teknik perkapalan dan pengeboran minyak lepas pantai (offshore), begitu menurut curriculum vitae (CV) yang dipublikasikan International Society of Ocean, Mechanical & Aerospace atau ISOMAse di laman ISOMAse.org.

Siapa Jaswar Koto? Namanya Mencuat Setelah Jadi Saksi Ahli BPN Prabowo-Sandi, Bicara Soal Situng KPU

ISOMAse adalah organisasi internasional dalam bidang sains dan teknik dalam bidang kelautan, mekanikal, dan aerospace.

Pria kelahiran Padang 5 Oktober 1970 ini tercatat sebagai President of Ocean and Aerospace Research Institute, Indonesia; President of International Society of Ocean, Mechanical & Aerospace (ISOMAse); serta Head & Academic Fellow of High Performance Computing (HPC), CICT, Universiti Teknologi Malaysia.

Ternyata, gelar akademis yang didapat Jaswar Koto pun bukan dari kampus sembarangan.

Pria yang kini menetap di Osaka, Jepang ini tercatat memperoleh gelar S1 sampai S3 dari tiga perguruang tinggi yang berbeda

Pada 1994, Jaswar Koto lulus dari studi fisika di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)

Ia kemudian mendapatkan gelar magister manajemennya dari Notre Dame University, Australia.

Siapa Jaswar Koto? Namanya Mencuat Setelah Jadi Saksi Ahli BPN Prabowo-Sandi, Bicara Soal Situng KPU

Gelar magisternya itu diperoleh pada 2000.

Akhirnya, pada tahun 2004, ia mendapatkan gelar doktor dalam bidang engineering, aerospace, and ocean engineering, school of engineering dari Saka Prefecture University, Jepang.

BPN Hadirkan 15 Saksi Fakta dan Dua Saksi Ahli

Masih menurut Tribunjambi.com, ada 15 saksi fakta dan dua saksi ahli yang dihadirkan tim kuasa hukum pangan capres-cawapres 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Di antara saksi tersebut, ada nama keponakan Mahfud MD, Hairul Anas. Berikut daftarnya:

  1. Agus Maksum
  2. Idham
  3. Hermansyah
  4. Listiyani
  5. Nur Latifah
  6. Rahmatsyah
  7. Fahrida Aryanti
  8. Tri Susanti
  9. Dimas Yena
  10. Beti Kristiana
  11. Tri Hartanto
  12. Risda Mardiyana
  13. Haris Azhar
  14. Said Didu
  15. Hairul Anas

Saksi Ahli

  1. Jaswar Koto
  2. Soegianto Sulistiyono
  3. Listiyani
  4. Nur Latifah
  5. Rahmatsyah
  6. Fahrida Aryanti
  7. Tri Susanti
  8. Dimas Yena
  9. Beti Kristiana
  10. Tri Hartanto
  11. Risda Mardiyana
  12. Haris Azhar

Berita ini telah di tayang tribun.com dan di tulis kembali ke dalam beritadalam.com oleh Jaswar Koto