Seputar Pneumonia, Penyakit yang Diderita Maurizio Sarri

by -1,344 views

 

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri baru saja mendiagnosis penyakit pneumonia atau radang paru-paru. Hal ini disampaikan langsung oleh pihak klub.

Pria senang 60 tahun ini jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit dalam beberapa kesempatan. Sarri memang dikenal tidak bisa jauh dari rokok. Ia bahkan mengaku merokok 60 batang per hari.

Lantas apa itu pneumonia? Bagaimana menanggapi dan membahasnya? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak fakta-fakta tentang pneumonia yang dirangkum detikHealth dari berbagai sumber.

1. Apa Itu Pneumonia?

Pneumonia adalah infeksi di unit-unit penukar gas paru-paru (alveoli) seperti halnya Michael Niederman, MD, direktur klinis perawatan paru-paru dan perawatan kritis di Weill Cornell Medical College di New York.

Lebih mudahnya disebut sebagai radang paru-paru yang terisi dengan dahak atau nanah, sehingga memungkinkan pengiriman oksigen dalam tubuh. Alveoli yang mengandung cairan inilah yang menyebabkan penderitanya batuk berdahak atau bernanah, demam, kedinginan dan kesulitan nyaman.

2. Penyebab Pneumonia

Penyakit pneumonia bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari bakteri (Streptococcus pneumoniae), jamur, virus dan makhluk mirip bakteri. Pneumonia juga bisa diderita jika seseorang menghirup makanan, minuman, muntahan atau air liur dan masuk ke dalam paru-paru mereka.

Selain itu, seseorang juga bisa menentang pneumonia jika mereka baru mengerti di rumah sakit karena penyakit lain. Pneumonia yang diderita setelah rumah sakit dapat menjadi berbahaya karena bakteri yang menyebabkan kebal terhadap antibiotik dan karena orang yang menderitanya telah sakit sebelumnya.

Rokok juga bisa meningkatkan risiko terkena pneumonia karena merusak sistem pertahanan yang melindungi bakteri dan virus penyebab pneumonia.

3. Gejala Pneumonia

Perbedaan dan tanda-tanda pneumonia berbeda, dari ringan hingga parah. Perbedaan ini tergantung dari faktor seperti jenis bakteri yang menyebabkan infeksi dan umur serta kesehatan seluruh tubuh. Sementara yang ringan seperti yang terlihat seperti flu atau pilek, tapi bertahan lebih lama.

Berikut adalah beberapa gejala pneumonia yang harus diawasi:

– Batuk yang mungkin berdahak
– Rasa sakit di dada kompilasi yang mendukung atau batuk
– Kelelahan
– Demam, berkeringat dan badan menggigil
– Mual, muntah atau diare
– Sesak

bernapas segera hubungi dokter jika ada yang ingin ditanyakan. di atas. Terutama jika ada yang terlihat pada anak-anak dan lansia.

 

4. Komplikasi

Pneumonia memang bukan penyakit yang terlalu menantang, tetapi ada beberapa kelompok yang memiliki risiko tinggi yang disebabkan oleh pneumonia yaitu bayi dan anak-anak serta lansia dalam 65 tahun.

Sebagian walau sudah mendapatkan perawatan, beberapa penderita pneumonia Sebagian besar yang memiliki risiko besar, bisa sulit seperti bakteri di dalam darah (bacteremia), sulit memahami, sulit jika ada nanah di rongga paru-paru, dan ambil cairan di sekitar paru-paru ( efusi pleura).

5. Pencegahan Pneumonia

Ada beberapa cara yang bisa kalian lakukan untuk mencegah pneumonia , antara lain:

– Dapatkan anak dan kalian sudah mendapatkan vaksin. Ada vaksin yang tersedia untuk pencegahan beberapa jenis pneumonia dan flu.

– Hidup yang higienis. Usahakan sering mencuci tangan dan menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

– Jangan merokok karena kerusakan perusakan paru-paru yang penting untuk melawan infeksi pernapasan.

– Jaga kekebalan tubuh dengan cara tidur yang cukup, olahraga teratur dan makan makanan sehat.