Puasa Sunnah di Bulan Idul Adha: Niat Puasa Bulan Dzulhijjah, Puara Arafah, Puasa Tarwiyah (VIDEO)

by -1,479 views

Jakarta , beritadalam.com – Jelang Idul Adha ada beberapa ibadah puasa yang boleh dilakukan oleh umat muslim.

Ini 3 Puasa Jelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha 2019.

Simak tuntunan dan keutamaan puasa Arafah, puasa Tarwiyah dan puasa Dzulhijjah.

Umat ​​muslim lagi akan dibuka Hari Raya Idul Adha 2019.

Hari Raya Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah.
Menurut penanggalan masehi, 10 Dzulhijjah 1440 H jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019.

Kata lain 1 Dzulhijjah 1440 H jatuh pada tanggal 2 Agustus 2019.

Ada beberapa puasa sunah yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah.

Banyak sekali keutamaan dan pahala puasa pada 10 hari awal bulan Dzulhijjah.

“Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah yang diberikan hari-hari sepuluh Dzulhijjah.”

Berpuasa pada siang hari bersama dengan berpuasa selama satu tahun dan salat pada malam bersama sama dihargai dengan mengerjakan salat pada malam lailatul qadar. “(HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi).

Berikut puasa sunnah di 10 hari pertama Dzulhijjah:

1. Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah.

Di mana pada tanggal itu umat muslim yang berhaji tengah menunaikan wukuf di Arafah.

Umat ​​muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji diizinkan berpuasa Arafah.

Keutamaan puasa Arafah sangat istimewa.

Jika melakukan puasa Arafah maka akan dipindahkankan segala dosa yang terjadi satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam hadis yang diriwayatkan Abu Qatadah al-Anshari ra, “Dan Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, baginda bersabda, ‘Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang’.” (HR Imam Muslim).

Niat puasa Arafah sebagai berikut:

“Nawaitu shauma ghadin min yaumi arafata sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya, “Sengaja saya berpuasa esok hari, yaitu puasa Arafah sunah karena Allah Taala.”

2. Puasa Tariwyah

Selain itu masih ada puasa sunnag Tariwyah.

Puasa Tariwyah dilaksanakan tiap tanggal 8 Dzulhijjah.

Keutamaan puasa Tariwyah adalah dihapuskan dosa yang dibuat tahun lalu.

Niat puasa Tariwyah sebagai berikut:

“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya, “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

3. Puasa Dzulhijjah

Kemudian ada puasa Dzulhijjah yang bisa dilaksanakan mulai tanggal 1 Dzulhijjah hingga 7 Dzulhijjah.

Ada pun keutamaan puasa Dzulhijjah setiap harinnya berbeda-beda.

Tanggal 1 Dzulhijjah: Allah mengampuni Nabi Adam AS di Arafah, maka yang berpuasa di hari itu akan diampuni dosa-dosanya.

Tanggal 2 Dzulhijjah: Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari perut ikan nun, maka orang yang berpuasa di hari itu sama seperti beribadah dan berpuasa satu tahun tanpa maksiat.

Tanggal 3 Dzulhijjah: Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya AS, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dikabulkan doanya.

Tanggal 4 Dzulhijjah: Nabi Isa AS dilahirkan, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihilangkan kesusahan dan dikumpulkan bersama orang mulia di hari kiamat.

Tanggal 5 Dzulhijjah: Nabi Musa AS memutuskan dan dimuliakan munajatnya, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dilepaskan dari sifat munafik dan siksa kubur.

Tanggal 6 Dzulhijjah: Allah membukakan pintu kebaikan semua nabi, maka orang yang berpuasa di hari itu akan menerima Allah dengan rahmat penuh dan kasih sayang.

Tanggal 7 Dzulhijjah: Pintu neraka jahanam dikunci dan tidak akan dibuka sebelum berakhir pada 10 Dzulhijjah, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihindarkan dari 30 pintu kemelaratan dan kesukaran dan dibukakan 30 pintu yang tersedia untuknya.

Puasa Dzulhijjah disetujui bagi umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Niat puasa Dzulhijjah

“Nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya, “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”