Polisi Temukan 5 Ambulans Pemprov DKI Angkut Batu dan Bensin Saat Rusuh

by -1,288 views

 

Polda Metro Jaya mengamankan lima mobil ambulans berlogo Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI karena mengangkut batu dan bensin saat terjadi aksi kerusuhan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan hal itu, Kamis (26/9/2019) pagi. Video tentang ambulas milik Pemprov DKI yang berisi batu bensin itu beredar di media sosial. Argo menyebutkan, mobil ambulans itu diamankan pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.14 di dekat Gardu Tol Pejompongan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

“Ya benar (ada ambulans milik Pemprov DKI),” kata Argo saat dikonfirmasi Kompas.com. Berdasarkan informasi dari akun instagram @TMCPoldaMetro, mobil ambulans tersebut diduga mengangkut batu dan bensin untuk bahan bom molotov. Argo mengatakan, saat ini polisi telah membawa mobil ambulans itu ke Polda Metro Jaya. “(Mobil ambulans beserta sopir) diamankan di Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan,” ujar Argo.

Selain mengamankan mobil ambulans, polisi juga pada tadi malam mengamankan 570 pelajar SMP dan SMA. Mereka diduga terlibat dalam kerusuhan demo pelajar yang dilakukan di sejumlah titik di dekat gedung DPR. Dikonfirmasi soal pernyataan polisi ini, Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko membenarkan ambulans berlogo Pemprov DKI Jakarta untuk Puskemas Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, ditahan polisi. Sigit menyatakan telah menerima laporan soal ditahannya ambulans tersebut.

“Sudah (dapat laporan). Saya juga sudah koordinasi ke Kapolres (Jakarta Utara) juga,” kata Sigit saat dihubungi, Kamis (26/9/2019). Sigit tidak mau menjawab saat ditanya apakah ambulans itu memang membawa batu dan bensin yang diduga untuk bahan bom molotov seperti yang disebutkan polisi. Dia menyerahkan penahanan ambulans itu kepada pihak kepolisian.

“( Ambulans Puskesmas) Pademangan. Ini kan sudah masuk ranah teman-teman kepolisian ya, saya bersama Dinas Kesehatan mendukung langkah kepolisian, pendampingan terhadap teman-teman juga kami sudah siapkan,” ujar Sigit. Awal mula kerusuhan 25 September Ratusan pelajar dari berbagai sekolah sebelumnya datang ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (25/9/2019). Namun, belum sampai di depan gedung wakil rakyat, langkah mereka terhenti, Polisi mencegat mereka, meminjam mereka berdemonstrasi di depan gedung itu. Alasan polisi, saat ini daerah di depan gedung DPR sedang disterilkan dan diperbaiki akibat kerusuhan pada Selasa (24/9/2019). Selain itu, polisi mendugaai motif mereka berdemonstrasi karena massa nyatanya tidak paham akan memulihkan mereka.

Sekitar 200 mahasiswa kemudian dijemur di jalan dan kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya. Namun, sebagian lainnya bertahan di pinggir Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Tentara Pelajar. Mereka mulai menyerang polisi dengan batu di pos dekan polisi Palmerah. Polisi langsung membalasnya dengan semburan udara dari mobil water canon . Pelajar sebaliknya semakin menjadi dan mulai dilari polisi dengan petasan. Polisi kemudian menembakkan gas air mata yang membuat pelajar mundur dari lokasi semula. Bentrok pelajar dengan polisi terus terjadi hingga pukul 19.30. Bentrok mirip juga terjadi di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan dekat Hotel Mulia, dan juga terbang di atas Slipi.