Pengawal Raja Salman Tewas Ditembak Mati, Ini Profilnya

by -1,395 views

 

Jakarta – Pengawal Raja Salman, Mayor Jenderal Abdelaziz Al-Fagham tewas ditembak mati oleh temannya, Mamdouh bin Meshaal Al Ali. Siapa Fagham? Ini dia profilnya.

Kematian Fagham bermula akibat cekcok dengan temannya. Dilansir dari AFP, Minggu (29/9/2019), berdasarkan pernyataan dari Saudi Press Agency (SPA), Al-Fagham meninggal pada Sabtu (28/9) malam di Kota Jeddah Barat.

Berikut profil pengawal Raja Salman, Mayor Jenderal Abdelaziz Al-Fagham seperti detikcom rangkum:

1. Lulusan Akmil King Khaled Military College

Al Fagham lulus dari akademi militer King Khaled Military College pada tahun 1991. Dia kemudian masuk unit pasukan khusus Arab Saudi. Setelah itu masuk ke Royal Guard, atau pasukan khusus kerajaan.

2. Sempat Mengawal Ayah Raja Salman

Biografi pria yang diyakini berumur 50 tahun ini yakni sempat mengawal Raja Arab Saudi sebelumnya, yakni Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud. Raja Abdullah mangkat pada 23 Januari 2015.

Saat Raja Abdullah mangkat dan dimakamkan, Al Fagham menjadi pengawal terdepan iring-iringan penggotong jenazah Raja Abdullah. Saat itu, fotonya mengawal iring-iringan jenazah menjadi viral. Foto pengawal pribadi Raja Salman ini juga viral saat menuruni pesawat di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, untuk mengawal Raja Salman saat ke Indonesia.

3. Penjinak Bom

Pengawal Raja Salman ini sudah sekitar 13 tahun mengawal sang raja. Selain selalu menempel Raja Salman, Al-Fagham punya keahlihan lengkap yakni memegang lisensi pilot hingga penjinak bom.

4. Ikuti Jejak Ayah

Pekerjaan Al Fagham selama ini karena mengikuti jejak ayah. Ayahnya sudah mengabdi Raja Arab Saudi sebelumnya selama 30 tahun.

5. Ditembak Mati Rekannya

Pengawal Raja Salman, itu tewas ditembak mati oleh temannya, Mamdouh bin Meshaal Al Ali. Diduga, keduanya terlibat cekcok.

Pihak kepolisian mengatakan masalah itu terjadi ketika Al-Fagham mengunjungi seorang teman yang sedang menerima tamu di rumahnya di Jeddah, kota pelabuhan di Arab Saudi bagian barat. Ketika itu, Al Fagham masuk ke kediaman tersebut dan terjadi pertengkaran.

“Pembicaraan antara Fagham dan Ali memanas. Ali meninggalkan rumah, kembali membawa senjata menembaki Fagham. Melukai dua orang lainnya di rumah itu, seorang pekerja Filipina dan saudara pemilik rumah itu,” ucap salah satu polisi.

Polisi kemudian melakukan pengepungan terhadap Ali. Namun Ali tidak menyerahkan diri hingga akhirnya ditembak petugas keamanan dan tewas.

Televisi pemerintah Al Ekhbariya menyebut insiden ini dipicu oleh perselisihan pribadi. Al-Fagham meninggal di rumah sakit karena luka, dan penyelidikan kasus ini dilakukan.