Pelanggar Ganjil Genap Mengaku Tak Tahu Ada Perluasan, Dishub: Itu Hanya Alibi Mereka

by -1,747 views

 

JAKARTA – Di hari pemberlakukan ganjil genap di Jalan Raya Tomang Jakarta Barat sebanyak 153 kendaraan dikenakan sanksi tilang.

Banyak dari pengendara beralasan jika tidak mengetahui adanya ganjil genap.

Menanggapi hal itu, Kapala Seksi Operasi Dishub Jakarta Barat, Afandi mengatakan banyak para pengendara yang hanya alibi tidak tahu adanya ganjil genap.

Padahal menurut dia, sosialisasi sendiri sudah dilakukan selama satu bulan, sosialisasi tidak hanya terjun ke jalan, melainkan juga ke beberapa media sosial hingga media elektronik maupun online.

Bahkan sosialisasi juga menyasar ke mall-mall hingga acara car free day, sehingga kemungkinan kecil masyarakat tidak tahu sangatlah kecil.

“Yang kebanyakan tidak tahu hanya alibi. Karena apa sampai dengan satu bulan ini tidak tahu kan tidak mungkin. Di setiap mulut-mulut pintu masuk tol atau gage itu ada banner, ada anggota Dishub gabung dengan Lantas selama satu bulan itu sosialisasi,” kata Kapala Seksi Operasi Dishub Jakarta Barat, Afandi, Senin (9/9/2019).

Sementara itu Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Hari Admoko mengatakan setelah dilakukan sosialisasi selama satu bulan lalu.

Mulai hari ini telah dilakukan penindakan.

Pantauannya sepanjang pemberlakukan ganjil genap dari pukul 06.00 hingga 10.00, arus lalu lintas di sekitar Jalan Tomang Raya terpantau lancar, hal ini tentu membuktikan jika dampak ganjil genap mulai terasa.

“Untuk hari pertama ini dampaknya luar biasa, kepadatan juga berkurang yang utama ketaatan masyarakat dalam mematuhi peraturan ganjil genap,” kata Kompol Hari Admoko.

Hari melihat selama 4 jam, saat pengamatan pada ruas perluasan ganjil genap beberapa masyarakat mulai patuh, meskipun ada beberapa yang beralibi tidak mengetahui jika ruas tersebut masuk ganjil genap.

Padahal menurutnya sosialisasi sudah dilakukan sejak satu bulan.

“Hanya 153 jadi artinya masyarakat sudah ngerti sudah paham. Jadi hasil penindakan 153 kendaraan yang di tilang itu persentasinya kecil berarti disitu masyarakat sudah tahu bahwa pemberlakuan perluasan ganjil genap berlaku di wilayah itu,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan evaluasi selama tiga hari kedepan untuk mengetahui dampak perluasan ganjil genap di Jakarta Barat yaitu jalan Tomang Raya hingga Pintu Besar Selatan.

“Nanti kita akan evaluasi sekaligus kita mendengar beberapa masukan-masukan pengendara,” ucapnya.