Nasib Pilu Anak Dede Sunandar Akibat Williams Syndrome, Harus Operasi Sampai Usianya 23 Tahun,

by -1,817 views
Nasib Pilu Anak Dede Sunandar Akibat Williams Syndrome, Harus Operasi Sampai Usianya 23 Tahun,
Nasib Pilu Anak Dede Sunandar Akibat Williams Syndrome, Harus Operasi Sampai Usianya 23 Tahun,

 

Komedian Dede Sunandar harus menerima kenyataan pahit atas penyakit anak-anak.

Anaknya masih sangat kecil, tetapi menderita Sindrom Williams yang merupakan penyakit langka.

Akibat penyakit Williams Syndrome, anak Dede Sunandar harus memikirkan operasi hingga usianya 23 tahun.

Seperti yang diketahui, Dede sendiri telah mendapatkan buah hati dari pernikahannya dengan Karen Hertatum.

Ladzan Syafiq Sunandar, anak kedua Dede Sunandar, mengidap penyakit yang cukup langka, yaitu Sindrom Williams.

Melansir tayangan Oke Bos Trans 7 via Beritadalam.com, Sabtu (10/8/2019), Dede mengungkap bagaimana kondisi kambing yang belum genap 2 tahun tersebut.

“Iya pak, dia punya penyakit yang berbeda dari semua orang. Nama penyakitnya Sindrom Williams. Jadi kayak jantung, paru-paru sampai lambung itu ada masalah. Jadi mau enggak mau harus dioperasi,” ungkap Dede Sunandar.

Dede juga mengatakan putranya harus memutari 4 tahapan operasi hingga usianya 23 tahun.

“Operasinya itu ada 4 tahapan. Umur 1 hingga 3 tahun, 7 tahun, 13 tahun hingga 23 tahun,” jelas Dede.

Selain itu, biaya yang harus dikeluarkan untuk putranya tergolong mahal, Dede mengaku Ladzan harus minum susu khusus harga Rp 300-400 ribu per botol yang dibutuhkan satu sampai dua hari

Namun Dede mengatakan ia akan terus berusaha demi kesembuhan berhasil.

“Kalau memang Allah terima kasih ujian buat Dede, kalau memang Dede bisa sampai kapanpun, sampai Dede enggak ada, sampai Dede jual organ tubuh Dede buat kesembuhan anak, enggak masalah,” ucap komedian itu.

Melansir williams-syndrome.org, Sindrom Williams atau Williams Syndrome (WS) adalah kelainan kondisi genetik saat lahir dan dapat memengaruhi interaksi.

Sindrom Williams menyebabkan karena mengeluarkan 26-28 gen dari kromosom nomor 7.

Penghapusan gen ini terjadi pada sel telur atau sperma saat fertilisasi.

Sindrom Williams ditandai dengan masalah medis, termasuk penyakit kardiovaskular, keterlambatan perkembangan, dan tantangan belajar.

Anak-anak dengan perubahan Williams menarik baik secara sosial, ramah, dan menawan.

Orang tua yang memiliki anak dengan sindrom Williams mengatakan anak-anak yang membawa kegembiraan yang tidak terbayangkan.

Tapi ada juga perjuangan besar bagi mereka, sebab anak-anak dengan pengaruh Williams memiliki masalah jantung atau kardiovaskular yang melindungi jiwa.

Masalah jantung dan pembuluh darah

Mayoritas orang dengan sindrom Williams memiliki beberapa jenis masalah jantung atau pembuluh darah.

Biasanya, ada penyempitan di aorta yang memproduksi straosis aorta supravalvular (SVAS), atau penyempitan di arteri paru-paru.

Ada rentang yang luas di tingkat penyempitan, mulai dari yang sepele hingga yang parah. Karena ada peningkatan risiko untuk penyempitan pembuluh darah atau tekanan darah tinggi dari waktu ke waktu, pemantauan berkala terhadap status jantung diperlukan.

Iritabilitas (kolik selama masa bayi)

Banyak bayi dengan sindrom Williams mengubah kolik atau iritabilitas yang lama. Ini biasanya bertahan dari usia 4 hingga 10 bulan, lalu hilang.

Pola tidur abnormal dengan tertundanya tidur sepanjang mungkin berhubungan dengan kolik.

Kemarahan yang ekstrem juga dapat disebabkan oleh hiperkalsemia pada beberapa anak.

Masalah muskuloskeletal

Anak kecil dengan sindrom Williams sering memiliki tonus otot yang rendah dan kelemahan sendi.

Seiring bertambahnya usia anak, kekakuan sendi (kontraktur) dapat terjadi. Terapi fisik sangat membantu dalam meningkatkan tonus otot, kekuatan dan rentang gerak sendi.

Kelainan gigi

Gigi yang agak kecil dan memiliki banyak ruang yang umum ditemukan pada anak-anak dengan sindrom Williams.

Mereka juga mungkin memiliki berbagai kelainan oklusi (gigitan), bentuk atau penampilan gigi. Sebagian besar perubahan gigi ini siap menerima koreksi ortodontik.

Masalah ginjal

Williams. Masalah kecil pada penderita diabetes.

Hyperacusis (pendengaran sensitif)

Anak-anak dengan sindrom Williams sering memiliki pendengaran yang lebih sensitif dari anak-anak lain; Frekuensi atau tingkat tertentu yang dapat diselesaikan dan dilewati individu. Kondisi ini semakin meningkat seiring bertambahnya usia.

Keterlambatan perkembangan, tantangan belajar dan gangguan perhatian

Kebanyakan orang dengan sindrom Williams akan memiliki perbedaan belajar ringan dan berat dan tantangan kognitif.

Anak kecil dengan sindrom Williams sering mengalami keterlambatan perkembangan. Tonggak sejarah seperti berjalan, berbicara dan pelatihan toilet sering dicapai agak lebih lambat.

Distractibility adalah masalah umum pada pertengahan masa kanak-kanak, yang dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia anak-anak.

Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa dengan sindrom Williams sering menunjukkan “kekuatan dan kelemahan” intelektual.

Ada beberapa bidang intelektual (seperti pidato, ingatan jangka panjang, dan keterampilan sosial) di mana kinerjanya cukup kuat, sementara bidang intelektual lainnya (seperti motorik dan hubungan spasial) menunjukkan kelemahan yang signifikan. (*)