Menista Yesus di Facebook, Masyarakat NTT Dihukum 6 Bulan Penjara

by -1,295 views
Menista Yesus di Facebook, Masyarakat NTT Dihukum 6 Bulan Penjara

Jakarta- Mahkamah Agung( MA) menyangkal permohonan masyarakat Alor, Lamboan Djahamao, serta menjatuhkan ganjaran 6 bulan bui. Lamboan teruji menista agama dengan mempersoalkan kelahiran Yesus pada 25 Desember.

Begitu juga tertuang dalam tetapan kasasi yang dikutip web Dewan Agung( MA), Jumat( 8 atau 11 atau 2019), permasalahan berasal dikala Lamboan menulis statis di account Facebook kepunyaannya. Salah satu kalimatnya bersuara:

Betul Tuhan, hingga bila gereja lalu melaksanakan pembodohan ini kalau Yesus lahir bertepatan pada 25 Desember?

Status ini dibaca puluhan orang serta dibaca warga besar. Akhirnya, pemeluk Kristiani di Alor merasa terhina serta dilecehkan. Masyarakat kesimpulannya mempolisikan Lamboan.

Pada 30 Juli 2018, Majelis hukum Negara( PN) Kalabahi menjatuhkan ganjaran 6 bulan bui pada Laboan. Tidak hanya itu, Laboan diharuskan melunasi kompensasi Rp 100 juta. Apabila tidak, hukumannya ditambah 3 bulan bui.

Pada 25 September 2018, Majelis hukum Besar( PT) Gelinggang memperberat ganjaran Laboan jadi 18 bulan bui. Tidak hanya itu, diharuskan melunasi kompensasi Rp 100 juta. Apabila tidak, ditukar 6 bulan kurungan.

Laboan tidak dapat serta mengajukan permohonan kasasi. MA menyambut kasasi itu serta kurangi ganjaran Laboan.

” Kejahatan bui sepanjang 6( 6) bulan serta kejahatan kompensasi sebesar Rp 100 juta dengan determinasi bila kejahatan kompensasi tidak dibayar, hingga ditukar dengan kejahatan kurungan sepanjang 3 bulan,” ucap pimpinan badan Andi Samsan Nganro dengan badan Eddy Army serta Margono.

Bagi badan kasasi, ganjaran 18 bulan bui sangat berat serta lebih pas dengan ganjaran begitu juga yang dijatuhkan tetapan PN Kalabahi.

” tersangka sudah memohon maaf berdasarkan perbuatannya itu serta tidak terdapat hasrat buat menyinggung pemeluk Kristen ataupun Katholik sebab tujuan tersangka mau perihal itu bagaikan materi dialog saja,” ucap badan dengan suara bundar.

( asp atau aan)