Mengenal Sosok Meutya Hafid, Pimpin Rapat Menhan Prabowo Subianto, Pernah Disandera Tentara Irak

by -1,309 views

 

Kiprah Meutya Hafid di politik bukan hal baru meski usianya masih terbilang muda.

Politisi Partai Golkar ini satu-satunya perempuan yang dipercaya memimpin Komisi di DPR RI.

Dia memimpin Komisi I DPR, komisi di Dewan yang pimpinannya kerap diidentikkan dengan laki-laki.

Hal ini karena Komisi I membawahi urusan kemiliteran, pertahanan, dan intelijen.

Saat rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Senin (11/11/2019) kemarin, sosok perempuan yang satu ini menjadi pusat perhatian.

Meutya Hafid memimpin jalannya rapat yang penuh dengan interupsi itu.

Mengatur lalu lintas rapat dan sesekali bertindak tegas saat beberapa anggota dewan memaksa untuk bicara.

Dia bukan politisi biasa.

Di bawah kepemimpinannya, mitra kerja Meutya Hafid mulai dari Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berserta kepala staf, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Kepada Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan, Menteri Komunikasi dan Informasi Johni G Plate.

Tak hanya itu, mitra kerja Komisi I juga adalah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas); Badan Keamanan Laut (Bakamla), Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI), Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Komisi Informasi Pusat (KI Pusat), Lembaga Sensor Film (LSF) dan Perum LKBN Antara.

Meutya Hafid memimpin 47 anggota Komisi I dari berbagai partai politik serta 4 wakil ketua Komisi I.

Sebenarnya Meutya Hafid bukan nama yang asing lagi bagi dunia pers tanah air.

Kiprahnya saat menjadi wartawan terbilang sangat mengagumkan.

Utamanya dia ditugaskan meliput langsung sejumlah perang di berbagai dunia.

Pada 18 Februari 2005, Meutya diculik dan disandera oleh sekelompok pria bersenjata ketika sedang bertugas di perang Irak.

Dia akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005.

Pada tanggal 28 September 2007, Meutya melaunching buku yang ia tulis sendiri yaitu “168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak”.

Presiden SBY kala itu menghadiri langsung peluncuran bukunya.

Tak hanya itu, Meutya juga pernah ditugaskan sebagai jurnalis pada konflik Palestina (2007), Meliput Pemilu Australia/ pergantian kepemimpinan di Australia (2007), Kudeta Militer Thailand (2006), Konflik Thailand Selatan (2006), Pemilu Irak (2005), Dialog Pemimpin Muslim dunia di Rusia tahun 2005.

Serta berbagai liputan dan pelaporan langsung didalam negeri diantaranya darurat militer di Aceh (2003), Tsunami Aceh (2005), Perjanjian Damai Aceh (2005), Pemusnahan senjata di Aceh (2005).

Sebelum tidak lagi aktif dalam dunia jurnalistik, Meutya melaporkan dan menjadi host berbagai program election/ Pilkada di berbagai provinsi diantaranya Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung.

Meutya juga mewawancarai banyak tokoh Nasional dan pemimpin bangsa maupun tokoh/ pemimpin mancanegara, diantaranya menjadi moderator dialog Presiden Iran Ahmadinejad, wawancara Wakil Presiden Iran, dan banyak pemimpin negara lainnya.

Selain itu, Meutya juga menjadi host dalam berbagai program andalan Metro TV, seperti Todays Dialogue dan berita sore Metro hari ini.

Berkat kiprahnya tersebut, dia mendapatkan kepercayaan sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara selama dua periode hingga sekarang.

Untuk lebih lengkapnya berikut profil singkat Meutya Hafid :

Nama Lengkap : Meutya Viada Hafid
Nama panggilan : Meutya
Lahir : Bandung, 3 Mei 1978

Pendidikan

S2 : Ilmu Politik (Cum Laude), Universitas Indonesia
S1 : Bachelor of Manufacturing Engineering, University of New South Wales, Sidney, Australia
SMU : Crescent Girls School Singapore
SMP : SMPN 1 Cikini Jakarta

2013 : Press Card No. 1 – Penghargaan Tokoh pers nasional kaliber internasional (PWI Pusat)
2008 : Australian Alumnae Awards untuk bidang jurnalistik
2008 : Young Inspiring People (Hard Rock FM)
2007 : Elizabeth O’ Neill Journalism Award (Penghargaan bagi Jurnalis dari Pemerintah Australia)
2006 : Mewakili Indonesia dalam Asia 21st Young Leaders Meeting di Seoul, Korea Selatan
2006 : Penghargaan Kartini bidang Jurnalis (Lions Club Jakarta)
2006 : Wanita Pemberani (Samsung Award)
2005 : Women of courage (Kaukus perempuan Singapura)
2005 : Penghargaan dedikasi di bidang jurnalistik (UMM Malang)
1996 : National Youth Achievement Award (Kelas Perunggu dari Pemerintah Singapura)

Beasiswa dan Pertukaran Pelajar :

1996 – 1998 : Beasiswa S1 dari Kementerian Riset dan Teknologi RI
1994 – 1996 : ASEAN Scholarship (dari Ministry of Education Singapore)
1992 : Pertukaran Pelajar Indonesia Jepang
1989 : ASEAN Pasific Children Convention, Fukuoka, Jepang

Pengalaman Kerja :

2019-sekarang : Ketua Komisi I DPR RI
2018-2019 : Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin
2018-2019 : Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI bidang Politik Hukum dan Keamanan
2016-2018 : Wakil Ketua Komisi I DPR RI
2016-2019 : Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hubungan Luar Negeri
2016-2021 : Koordinator Bidang Hukum, HAM, Kebijakan Publik dan Kerjasama Luar Negeri PP Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG)
2015-2020 : Ketua Bidang Strategi Opini dan Propaganda DPP Ormas MKGR
2015-2016 : Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI
2012-2014 : Anggota Komisi I DPR RI
2010-2014 : Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI
2010-2012 : Anggota Komisi XI DPR RI
2010-sekarang : Anggota DPR RI (Periode 2009-2014, 2014-2019, 2019-2024)
2008 : Politisi muda partai Golkar
2001-2008 : Jurnalis Metro TV
1998-2001 : PR announcer Radio Suara Indonesia, Sydney Australia
1998-2001 : Sales Assistant, Grace Brothers Australia