Kantor Bupati Jayawijaya Dibakar Massa dalam Kerusuhan di Wamena Papua

by -1,195 views
Kantor Bupati Jayawijaya Dibakar Massa dalam Kerusuhan di Wamena Papua
Kantor Bupati Jayawijaya Dibakar Massa dalam Kerusuhan di Wamena Papua

 

Kantor bupati Jayawijaya di Kota Wamena, Papua, hangus dibakar massa dalam peristiwa kerusuhan, Senin (23/9/2019). Kontributor Kompas.com di Kota Wamena, John Roy Purba, melaporkan, kantor bupati Jayawijaya yang berada di Jalan Yos Sudarso yang dibakar oleh massa demonstran yang bertindak anarkistis. “Dalam pantauan kami, seluruh bangunan kantor bupati Jayawijaya hangus dibakar massa,” kata John. Selain itu, massa juga membakar rumah-rumah di jalan Homhom, Kota Wamena.

Massa juga ikut bentrok dengan aparat kepolisian dan TNI. Diberitakan beritadalam.com , kerusuhan di Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), menyebabkan rumah dan supermarket di sepanjang jalan di ibu kota Jayawijaya itu dibakar massa. Siregar, salah satu warga Wamena, mengaku Wisma dibakar massa. Nasib mirip dialami Silvi. Rumahnya di Jalan Putikelek, Wamena, juga hangus akibat dibakar massa. “Kami salah apa? Kenapa rumah kami dibakar,” kata Silivi. Sementara itu, sebagian pegawai Supermarket Yuda bangkrut dari lantai dua sesaat setelah tempat kerja mereka dibakar massa. “Kami pegawai Yuda selamat. Tapi banyak di antara kami yang terluka karena lompat dari lantai 2,” kata salah seorang pegawai. Diberitakan Kompas.com , unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019) berujung rusuh. Demonstran memutar anarkistis hingga menghancurkan rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat. Aksi unjuk rasa itu dipicu terhadap dugaan ujaran oleh guru terhadap siswanya.

Namun, menurut kepolisian, kabar mengklaiman ujaran rasial itu tidak benar. Kapolda Papua Rudolf A Rodjak mengatakan, pihaknya sudah melakukan informasi soal ujaran rasial itu. Mungkin, informasi itu tidak benar alias omong kosong. “Guru ini sudah kami tanyakan dan tidak ada kalimat rasis, itu sudah kami minta. Jadi kami berharap masyarakat di Wamena dan di seluruh Papua tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya,” tuturnya. Rudolf menyebutkan, pihaknya mendapat laporan itu 5 motor dibakar dalam acara itu.