Jokowi Akan Datang ke Papua untuk Serap Aspirasi

by -1,480 views

 

Presiden Joko Widodo dikabarkan akan kembali berkunjung ke Provinsi Papua dalam waktu dekat. Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya mengatakan, rencana kunjungan ini membahas dengan dugaan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua yang berujung pada kerusuhan di Manokwari , Papua Barat. “Mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita ajak Pak Presiden ke Papua lagi untuk berdialog, berdiskusi dengan masyarakat Papua,” ujar Lenis seusai bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Lenis mengatakan, dalam kunjungan ke Papua nanti Presiden akan mengunjungi aspirasi dan masukan dari masyarakat Papua dan Papua Barat. Aspirasi itu tidak hanya terkait dengan dugaan rasisme dan persekusi mahasiswa Papua di Surabaya dan kerusuhan di Manokwari. Kepala Negara juga akan membicarakan aspirasi masyarakat Papua terkait pemerintahan periode 2019-2024. “Mungkin harapan-harapan apa saja yang masyarakat Papua pikirkan, kami akan meminta langsung kepada Presiden. Mudah-harap minggu depan atau bulan ini akan dilakukan Presiden ke Papua dan ketemu langsung masyarakat Papua dan Papua Barat,” ujar Lenis. Diberitakan, kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin kemarin. Gedung DPRD Papua Barat, kantor eks gubernur, dan anggota fasilitas umum dibakar.

Aksi itu merupakan luapan percakapan masyarakat atas dugaan membantah dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya sebelumnya. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo juga sudah siap mengusut tuntas dugaan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua itu. Dedi mengatakan, pintu masuk adalah dari video yang disebarkan dan viral di media sosial. Video itu menampilkan perpaduan mahasiswa asal Papua di asrama Surabaya didatangi kumpulan ormas serta personel Polri dan TNI terkait dugaan penghinaan bendera Merah Putih, Jumat (16/8/2019). “Nanti akan kami coba dalami lagi. Alat bukti dari video itu dulu. Video itu didalami dulu. Setelah itu barulah siapa orang-orang atau oknum-oknum yang terlibat dimasukkan dalam narasi (rasisme) seperti itu,” ujar Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin.