Heboh Menara Saidah Angker, Kang Alam Justru Temukan Keanehan di Lorong: Saya Malah Ditarik ke Situ

by -1,444 views

 

JAKARTA – MenarA Saidah baru-baru ini kerap jadi perbincangan publik.

Bangunan yang berada di Cawang, Jakarta Timur ini kembali jadi sorotan setelah adanya orderan fiktif yang diterima driver ojek online (ojol) di lokasi tersebut.

Padahal bangunannya sudah lama tak beroperasi.

Lantas, benarkan Menara Saidah memiliki kisah mistis?

Dalam tayangan Brownies di Trans TV, paranormal Kang Alam mencoba mengungkap sosok yang ada di menara tersebut.

Ia melukiskannya di sebuah kanvas dan menggunakan api sebagai cat lukisnya.

Pembawa acara Ruben Onsu, Ayu Ting Ting, Ivan Gunawan, dan Wendy Cagur tampak serius menunggu Kang Alam menyelesaikan tugasnya.

“Wah ini apa ini?” tanya Wendy Cagur melihat sosok yang dilukis Kang Alam, melansir YouTube channel Trans TV Official, Kamis (10/10/2019).

Kang Alam yang sudah selesai melukis langsung menjelaskan sosok yang digambarnya.

Namun menurutnya, ia tak menggambarkan sosok astral yang di Menara Saidah, melainkan di tempat lain.

“Saya ditarik malah ke area lorong kereta sebelahnya Gedung Saidah ya?” tutur Kang Alam.

“Oh justru sebenarnya yang horor di situ?” tanya Ruben Onsu.

Kang Alam menjelaskan di sebelah Menara Saidah terdapat sebuah lorong yang mempunyai energi kuat.

Ia mengatakan ditarik oleh sosok abstrak mirip seperti hewan, berbulu, tinggi, dan besar.

“Di lorong ini, justru auranya sangat kuat dan kental,” kata Kang Alam.

Menurut Kang Alam, ia merasakan aura di lorong tersebut lebih besar dibandingkan di Menara Saidah.

“Energinya gak sebesar di situ (Menara Saidah)?” tanya Ayu Ting Tig.

“Iya, makannya dia (makhluk yang dilukis) menarik saya ke sana (lorong), bukan ke gedung Saidah,” ujar Kang Alam.

“Kalau emang ada makhluk di Menara mungkin saya akan ketarik di sana, tapi justru saya malah ke bawah (lorong),” katanya.

Ruben Onsu mencoba menebak-nebak, menurutnya mungkin yang seram memang di luar menara.

Namun karena menara tersebut punya nama besar jadi kerap dikaitkan.

“Padahal yang Kang Alam liat ini justru malah di rel keretanya itu?” tanya Ruben Onsu.

“Iya energinya cukup besar, bahkan ada beberapa yang negatif,” kata Kang Alam.

Lanjut Kang Alam, menurutnya makhluk yang ia lukis sering menjelma ke bentuk lain.

“Sering membentuk dirinya seperti nenek-nenek yang duduk di pinggir rel kereta itu,” sambungnya.

Menara Saidah Masih Dijaga Sejumlah Petugas Keamanan

Lama kosong dan tak ada kegiatan perkantoran, Menara Saidah masih dijaga oleh security atau satpam.

Menara Saidah adalah nama gedung yang dulunya merupakan pusat perkantoran di Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan.

Gedung yang dulunya bernama Gracindo ini direnovasi secara besar-besaran dan diganti menjadi Menara Saidah dan terakhir kali kepemilikannya dipegang oleh Fahmi Darmawansyah, suami Inneke Koesherawati.

Selanjutnya, pada 2009 gedung ini sudah tak lagi dihuni karena diduga memiliki konstruksi bangunan yang miring.

Pantauan TribunJakarta.com, Senin (30/9/2019) di dalam Menara Saidah nampak sejumlah petugas yang berjaga.

Selain itu, di depan maupun belakang Menara Saidah nampak ditutup dengan seng dengan tinggi yang bervariatif.

Ketika malam satu lampu juga nampak menyala di bagian depan Menara Saidah.

Di sisi kiri bangunan juga masih nampak reklame yang bertuliskan ‘Menara Saidah Disewakan dalam Rupiah’.

Milik Suami Inneke Koesherawati

Bangunan yang dulunya bernama Gedung Gracindo ini pernah direnovasi besar-besaran dan berganti nama menjadi Menara Saidah.

Nama Menara Saidah diambil dari nama pemiliknya Saidah Abu Bakar Ibrahim.

Saidah Abu Bakar Ibrahim merupakan ayah dari Fahmi Darmawansyah yang merupakan suami dari Inneke Koesherawati.

Bangunan Bergaya Romawi

Dibalik tampilan usang dan tak terawat, gedung ini memiliki desain bangunan berkonsep romawi yang jarang dimiliki gedung perkantoran pada umumnya.

Kesan romawi muncul dari banyaknya dekorasi-dekorasi patung seperti Julius Caesar dan singa yang menghiasi area fasad serta lobi.
Pilar-pilar kokoh berwarna hijau serta atap lobi gedung ini tampil kontras dengan bangunan di sekitarnya.

Penggunaan sentuhan bergaya romawi ini sukses memberikan kesan megah dan kokoh bagi setiap orang yang melihatnya.
Dua buah patung singa putih seolah menyambut kedatangan orang-orang yang mengunjunginya.

Pada bagian lobby, kesan romawi pun masih hadir dengan kental melalui penggunaan patung yang terletak di tengah fountain.

Keramik mozaik yang digunakan pun berpadu serasi dengan konsep romawi yang digunakan dalam menata gedung berlantai 28 ini.