Google Doodle Peringati Hari Lahir Chrisye

by -1,138 views

 

Jakarta, Beritadalam Indonesia – Google memeringati hari ulang tahun ke-70 Chrisye yang jatuh pada hari Senin (16/9) lewat doodle. Sosok yang terlahir dengan nama Christian Rahadi kemudian berganti nama menjadi Chrismansyah Rahadi ini semasa transisi dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu pop.

Karir bermusik selama 40 tahun menjadikan mendiang Chrisye sebagai salah satu pemain terbaik Indonesia sepanjang masa.

Namun siapa yang menyangkal jika orang tua dilahirkan pada tahun 1949 ini ditolak diharapkan menjadi seorang insinyur. Jalan hidup yang jatuh cinta pada musik yang dibangun oleh band bersama saudaranya, Joris.

Chrisye bersama Guruh Soekarnoputra, Keenan Nasution, Onan Susilo, Gaury Nasution, Atut Harahap, dan Tammy Daud kemudian membentuk band bernama Gipsy. Ia didapuk sebagai pemain bas.

Tak jarang band yang juga pernah dikenal dengan nama Sabda Nada ini membawakan lagu band populer seperti The Allman Bothers Band, Blood Sweat and Tears, Chicago, hingga Keedf Hartley.

Kolaborasi Gipsy dan Guruh Soekarnoputra pada 1976, membuat Guruh Gipsy yang mengawinkan rock kontemporer dengan musik tradisional Jawa dan Bali, dalam gaya musik gamelan.

Sukses dengan Guruh Gipsy, pada 1977 Chrisye menghasilkan dua karya terbaiknya ‘Lilin-lilin Kecil’ ciptaan James F. Sundah dan album Badai Pasti Berlalu dengan lagu tunggal judul yang sama ciptaan Eros Djarot.

Kedua karya tersebut membuat Chrisye dilirik label rekaman Musica Studios. Chrisye kemudian muncul lewat proyek solo yang bertajuk Sabda Alam pada 1978.

Sepanjang karir bermusiknya, Chrisye menghasilkan 18 album solo dan berhasil bermain dalam satu film berjudul Seindah Rembulan di tahun 1981.

Sosok ayah empat anak ini divonis mengidap kanker paru-paru pada 2005. Setelah berjuang melawan sakit yang diidapnya, Chrisye menghembuskan terus-menerus mencoba pada tanggal 30 Maret 2007

Kisah di balik doodle Chrisye

Seniman Antares Hasanbasri merupakan sosok di balik Google doodle Chrisye. Seniman asal Yogyakarta ini mengatakan doodle buatannya terinspirasi dari salah satu lagu legendaris Chrisye ‘Lilin-lilin Kecil’.

“Lagu ini berbicara tentang harapan dan tumbuh dewasa. Lilin-lilin yang sering kita kaitkan dengan harapan juga sesuai dengan tema perayaan ulang tahun untuk memperingati penonton yang kita cintai,” tulis Hasan dalam situs Google doodle.

Ia mengatakan karya yang terinspirasi dari sosok idola sejak masa kecil itu diharapkan bisa menumbuhkan semangat penuh harapan yang dilambangkan dengan lilin.