Fahri Hamzah Klaim Dirinya Sering Diskusi dengan Mahasiswa, Presiden KM ITB: Kok Saya Belum Ketemu?

by -907 views

 

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyebut dirinya merupakan satu di antara politisi yang paling sering berdiskusi dengan mahasiswa.

Fahri Hamzah mengaku selama ini sering datang ke berbagai kampus untuk bertukar pikiran dengan para mahasiswa.

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber di acara ‘Mata Najwa’, Rabu (25/9/2019).

Dalam acara tersebut, mulanya Najwa Shihab membacakan pernyataan Fahri Hamzah yang menyebut aksi unjuk rasa menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Revisi Undang-undang (RUU) KPK bertujuan melumpuhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya mau menyambung ke sini Bang Fahri, apakah karena itu kemudian anda sempat mengeluarkan statement dan saya ingin bacakan statement anda,” ucap Najwa Shihab pada Fahri Hamzah.

Dalam pernyataan tersebut, Fahri Hamzah menyebut aksi unjuk rasa itu bermaksud memaksa Jokowi mengesahkan kembali UU KPK yang lama.

” ‘Salah satu cara menekan Presiden Jokowi adalah dengan menerbitkan Perpu,” kata Najwa Shihab membacakan pernyataan Fahri Hamzah.

” ‘Saya tahu permainan ini, mereka akan lumpuhkan presiden sampai keluarkan Perpu, mengesahkan kembali UU KPK yang lama’,” lanjutnya.

Najwa Shihab lantas menanyakan apakah Fahri Hamzah pernah menyampaikan pernyataan tersebut.

“Anda mengatakan ini betul ya?,” tanya Najwa

Menanggapi pertanyaan tersebut, Fahri Hamzah justru menyampaikan jawaban yang berbeda.

“Jadi dalam perdebatan transisonal ini saya terus terang senang kalau diundang teman-teman,” jawab Fahri Hamzah.

“Maka saya kalau nulis buku saya kirim ke kantor beberapa aktivis yang saya suka beda pendapat, sekedar untuk mari kita diskusi,” lanjutnya.

Tak puas dengan jawaban tersebut, Najwa Shihab meminta Fahri Hamzah menjawab sesuai dengan apa yang ditanyakan.

“Bang Fahri tolong dijawab permainan apa Bang Fahri?,” terang Najwa Shihab.

Fahri Hamzah mengaku merasa frustrasi dengan pertanyaan masyarakat terkait pemberantasan korupsi.

“Maksudnya gini, saya agak frustrasi karena setiap presiden ini presidensialisme dan presiden dipilih, ditanya bagaimana memberantas korupsi,” kata Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah selaku Wakil Ketua DPR RI lantas mengaku selama ini mendengar keluhan masyarakat.

“Kan saya mewakili rakyat, korupsi kok enggak selesai-selesai, ya saya kan mendengar masyarakat kok enggak selesai-selesai, tiap hari yang ada ditangkap (KPK),” ucapnya.

Najwa Shihab lantas menghubungkan pernyataan Fahri Hamzah itu dengan aspirasi mahasiswa.

“Mendengarkan masyarakat tapi mahasiswa enggak didengar?,” tanya dia.

Fahri Hamzah mengaku selama ini pihaknya juga selalu mendengakan aspirasi dari para mahasiswa.

“Makanya, termasuk mahasiswa, iya kan, mahasiswa kan.” kata dia.

Fahri Hamzah menyebut dirinya sebagai satu di antara politisi di Indonesia yang paling sering berdiskusi dengan mahasiswa.

“Saya berani bilang bahwa saya termasuk politisi yang paling banyak masuk kampus dan berdialog dengan mahasiswa, saya bisa klaim itu,” ungkapnya.

Namun, pernyataan Fahri Hamzah tersebut langsung disanggah oleh Royyan A Dzakiy, Presiden Kelompok Mahasiswa (KM) Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Kok saya belum ketemu ya pak?,” tanya dia pada Fahri Hamzah.

Tak menjawab pertanyaan tersebut, Fahri Hamzah kembali menyebut dirinya dapat dijadikan juara politisi yang paling sering datang ke kampus-kampus.

“Harusnya ada juara kalau saya juara untuk itu gitu loh,” ungkapnya.

Fahri Hamzah Ingin KPK Dibubarkan

Diberitakan sebelumnya, Fahri Hamzah menyebut tak pernah meminta diadakannya RUU KPK.

Fahri Hamzah mengaku justru mengusulkan agar KPK dibubarkan saja.

Dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube Indonesia Lawyers Club, Rabu (25/9/2019), Fahri Hamzah menyebut gagasannya untuk membubarkan lembaga pemberantasn korupsi itu jauh lebih ekstrem dibandingkan dengan RUU KPK.

Melalui panggilan video, Fahri Hamzah mengaku juga pernah menjadi mahasiswa dan turut serta dalam demontrasi 21 tahun yang lalu.

“Kita pernah jadi aktivis, pernah jadi mahasiswa, pernah jadi demonstran 21 tahun yang lalu kita berdemonstrasi menurunkan rezim yang korup, yang otoriter,” ujar Fahri Hamzah.

Ia menjelaskan, situasi saat ini tidak dapat disamakan dengan situasi orde baru.

Fahri Hamzah menyebut kini pemerintah lebih terbuka menerima suara rakyat.

“Situasinya berbeda, sekarang tidak bisa lagi menang-menangan dan sepihak, karena seluruh instrumen demokrasi kita terbuka untuk diajak berbicara,” kata Fahri Hamzah.

Ia lantas mengaku tak meminta RUU KPK dilakukan.

“Saya bilang pada teman-teman, saya bukan mengusulkan perubahan Rancangan Undang-Undang KPK,” kata dia.

Fahri Hamzah justru meminta KPK untuk dibubarkan.

Wakil Ketua DPR RI itu menyebut gagasan tersebut sudah ia sampaikan pada para mahasiswa di beberapa universitas.

“Saya minta KPK dibubarkan,” ucapnya.

“Dan dengan tesis itu saya keluar masuk kampus keluar mahasiswa Fakultas Hukum tidak ada yang bermasalah, itu ide saya kok,” lanjutnya.

Dalam gagasannya itu, Fahri Hamzah menawarkan pemberantasan korupsi yang jauh lebih efektif.

“Cuma saya tawarkan saya bisa menyelesaikan pemberantasan korupsi lebih cepat, saya bilang begitu,” ungkapnya.

Fahri Hamzah lantas memberi pilihan terkait dengan pemberantasan korupsi.

“Sekarang kalian pilih, mau berantas korupsi enggak selesai atau memberantas korupsi selesai?,” tanya dia.