Eksotis Motif Batik Madura di Wastra Nusantara

by -917 views
Eksotis Motif Batik Madura di Wastra Nusantara
Eksotis Motif Batik Madura di Wastra Nusantara

 

Menyambut Hari Batik Nasional, pada 2 Oktober 2019, Pesona Batik Wastra Nusantara kembali digelar untuk keempat kalinya, di kawasan Kelapa Gading, mulai 25 September hingga 6 Oktober 2019. Khusus di tahun ini, batik yang ditonjolkan adalah motif khas dari Jawa Timur (Madura).

Eksotis batik Madura dipilih karena cerita sejarah serta keunikan motif yang dimiliki perajin batiknya. Awalnya, pekerjaan membatik di Madura dikerjakan di dalam pesantren-pesantren pada musim paceklik, atau hanya sebagai pekerjaan sampingan para istri sambil menunggu suaminya pulang melaut.

Diceritakan Siti Maimunah, pemilik brand Pesona Batik Madura kepada beritadalam.com, akhir pekan lalu, membatik menjadi kegiatan yang selalu dilakukan masyarakat di pesisir pantai, karena mereka tidak memiliki lahan pertanian. Alhasil, pekerjaan membatik ini terus berkembang ketika ada sebagian masyarakat Madura memulai mendring/membawa batik untuk dijual ke kota .

Pada akhirnya kegiatan jual beli ini semakin berkembang pesat dengan dibukanya lapak-lapak/los batik di pasar-pasar tradisional. Batik Madura dikenal dengan warna yang berani dan tegas, seperti merah, kuning, hijau, serta biru. Dari segi motif, batik Madura memiliki motif beragam yang terinspirasi dari bentuk tumbuhan, binatang, serta motif kombinasi hasil kreasi pembatik sendiri seperti motif ayam bekisar, gerbong keraton, karapan sapi, dan lain sebagainya. Kombinasi warna dan motif ini menjadi ciri khas Batik Madura yang menjadikannya unik dan berbeda dengan batik dari daerah lainnya.

“Batik Madura itu bedanya berani main warna. Tidak ada warna-warna muda atau soft. Dan satu hal lagi, semua motif batik di Madura memiliki cerita yang berkaitan dengan budaya masyarakat di sana,” kata Siti Maimunah kepada beritadalam.com, Jumat (27/9/2019).

Pada gelaran pembukaan, brand Pesona Batik Madura mengenalkan 10 motif khas Madura. Sebut saja motif gentongan, kembang kopi, bulu ayam, tanah pasir, sabut, hingga tasikmalaya yang kental dengan budaya Madura. Siti mengatakan, semisal motif tasikmalaya terinspirasi dari para ibu di pesisir pantai yang selalu menunggu suami pulang melaut. Motif tasikmalaya sekaligus melambangkan keperkasaan kaum pria di Madura.

“Motif tasikmalaya yang membuat adalah para ibu di pesisir pantai, makanya warnanya berani dan tegas,” kata Siti.

Sejarah Batik
Sementara terkait dengan gelaran keempat kalinya, Tommy L selaku Center Director MKG mengatakan kesadaran masyarakat melestarikan batik sebagai kekayaan budaya bangsa, semakin membaik. Hanya saya, belum banyak yang tahu sejarah & proses panjang dibalik pembuatan batik maupun filosofi yang terkandung dalam setiap motif batik di setiap daerah.

“Tahun ini kami mengangkat tema Eksotika Batik Madura, di mana batik dari daerah Madura ini dilukis oleh para perajin secara autentik, sehingga menghasilkan motif yang berbeda satu dengan yang lainnya. Pengetahuan seperti inilah yang harus terus diberikan kepada masyarakat sehingga kain batik semakin diapresiasi oleh seluruh kalangan,” kata Tommy.

Di hari pembukaan, 10 model ikut mewarnai fashion show milik Pesona Batik Madura. Uniknya, busana batik yang dikenakan para model murni tanpa jahitan. Kain batik sepanjang 2,5 meter hanya dililit di tubuh para model, layaknya pakaian kasual.

“Kalau sekarang, para wanita jarang yang mengenakan kain batik untuk acara resmi. Kebanyakan batik justru dipadukan dengan celana jin dan sepatu sneakers. Batik sekarang sudah seperti pakaian sehari-hari untuk ke kantor atau pergi bergaul,” tambah Siti.

Tidak hanya fashion show batik, selama 12 hari, “Pesona Batik Wastra Nusantara” juga melibatkan para perajin dan UKM. Sekitar 69 booth ikut berpartisipasi dalam pameran.