Di Depan Najwa, DPP FPI Merengek Sedih Karena Kangen Habib Rizieq Shihab

by -1,226 views

Beritadalam – Pasca Pilpres 2019, persoalan yang sedang panas yakni isu kelembagaan Front Pembela Islam (FPI) dan kepulangan imam besarnya, Habib Rizieq Shihab.

loading…

Belakang beredar isu bahwa Habib Rizieq Shihab boleh pulang, tapi dengan syarat FPI harus dibubarkan.

Hla itu ditanyakan oleh Najwa Shihab pada tayangan Mata Najwa Rabu (31/7/2019) malam.

Najwa Shihab menanyakan itu kepada Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Najwa Shihab Kamis (1/8/2019), Mardani Ali Sera menampik adanya isu tersebut.

“Mestinya tidak boleh ada diskursus seperti itu karena sangat membodohi publik, karena FPI sebagai sebuah organisasi masa punya aturan kalaupun ada yang tidak kompatible monggo dengan kemendagri masalah persuratan,” kata dia.

Ia juga menyebut kalau antara FPI dan kasus kepulangan Habib Rizieq Shihab ini adalah dua hal yang berbeda.

“Masalah Habib Rizieq Shihab lain lagi kasusnya, kalau kriminalisasi ini masih dianggap benar, monggo diselesaikan lebih dulu, menurut saya ini dua hal yang tidak bisa disandingkan, FPI ada koridornya, Habib Rizieq Shihab ada koridornya,” jelas Mardani Ali Sera.

Seolah tak puas dengan jawaban Mardani Ali Sera, Najwa Shihab kembali menanyakan soal rekonsiliasi yang sempat diwacanakan hanya akan terwujud jika Habib Rizieq Shihab dipulangkan.

“Bukannya politisi yang bilang tak akan rekonsiliasi kalau HRS tidak dipulangkan? Sebetulnya yang menjadikan ini politik ya politisi juga kok,” kata Najwa Shihab lagi.

Mendengar pertanyaan seperti itu, Mardani Ali Sera sempat terdiam dan seolah tak tahu.

“Ya nanti ditanyakan kepada yang menyampaikan itu, saya pribadi sangat tidak setuju rekonsiliasi dikaitkan dengan kepulangan Habib Rizieq Shihab, rekonsiliasi itu adalah bagaimana masyarakat kembali bersatu, dan dalam rekonsiliasi sikap oposisi juga bagian dari rekonsiliasi,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Politikus PKB Maman Imanulhaq mengatakan kalau persoalan kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia adalah hal yang sederhana.

“Negara hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga negara tidak hanya di Indonesia tapi di luar negeri juga, kami PKB dengan NU misalnya, menyelamatkan Eti seorang terpidana mati lalu diminta untuk denda kita siapkan Rp 20 M dan pemerintah membantu itu,” katanya.

Untuk itu menurutnya, kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia harus diluruskan, kalau ini persoalan imigrasi dan sebagainya bisa ditanyakan ke Komisi 1 DPR RI, kemudian bisa dipanggil Dirjen Imigrasinya.

“Kalau ini ada persoalan bahwa ada juga keterlibatan pemerintah Arab Saudi, panggil saja Duta Besar Arab Saudinya, jadi jangan mengaitkan sesuatu yang tidak ada keterkaitannya,” jelasnya.

“Tegakkan hukum, bangun komunikasi politik, karena bagaimana pun kepulangan seorang warga negara ke tempat asalanya itu adalah sebuah hak yang harus dihormati dan dihargai, dan negara harus hadir,” tambahnya lagi.

Menanggapi hal itu, Kabid Penegakan Khilafah DPP FPI, Awit Mashuri menceritakan alasan kenapa Habib Rizieq Shihab hingga saat ini belum bisa kembali ke Tanah Air.

“Yang kami dapat info langsung dari ketua umum kami yaitu KH Ahmad Sobri Lubis bahwa memang ada pencekalan yang membuat Habib Rizieq Shihab tidak bisa pulang ke Indonesia, padahal beberapa tahun yang lalu beliau mau keluar ada 3 kali itu, tapi dilarang untuk keluar dari sana,” kata dia.

Ia kemudian meminta kepada pemerintah untuk tidak zolim kepada Habib Rizieq Shihab, karena ia bukan koruptor dan pencuri.

“Saya berharap kalau kita mau mengajak semua komponen pasca pilpres ini untuk sama-sama membangun bangsa, jadi kami dari FPI ini berharap hilangkanlah kebencian, dendam politik dengan sosok yang bernama Al Habib Muhammad Rizieq Shihab, karena Habib Rizieq Shihab tidak pernah korupsi di Indonesia ini, Habib Rizieq Shihab nggak pernah ngerugiin Indonesia, beliau ini bukan pencuri, bukan koruptor, beliau ini adalah pejuang islam yang kami semua rindu beliau pulang,” katanya sambil menangis.

“Kami minta kepada pemerintah jangan dzolim kepada HRS, karena HRS ini adalah cucu Rasulullah, beliau ini adalah ada darah daging nabi di dalamnya,” kata dia.

“Oke, Anda mengatakan pemerintah dzolim?,” tanya Najwa Shihab.

Ia pun kemudian mengklarifikasi kalimatnya, bahwa yang ia maksud bukan pemerintah yang dzolim.

“Ya jangan sampai ada yang menzdolimi lah, berbuat adil lah, andai kata Habib Rizieq Shihab dianggap musuh politik, apa akan selamanya seperti ini? Ini saya menangis sedih bukan karena apa-apa, karena kami rindu sama Habib Rizieq Shihab, karena kami kangen sama Habib Rizieq Shihab,” tambahnya.

Kemudian Maman Imanulhaq kembali menegaskan, siapapun warga negara Indonesia yang tidak bisa pulang harus dibantu oleh negara, apalagi seorang Habib Rizieq Shihab.

“Negara harus hadir makanya saya bilang ke Mas Gito, ini harus dibereskan, kita punya jalur DPR, ada Pak Mardani di sini,” kata Maman Imanulhaq.

“Siap,” kata Mardani Ali Sera.

“Panggil imigrasinya, kalau ini ada invisible hand, kita harus buka seterang-terangnya, tidak boleh mengaitkan hak seorang warga negara untuk pulang ke tanah airnya,” jelas Maman Imanulhaq lagi.

Najwa Shihab kemudian menanyakan soal pernyataan Awit Mashuri yang ada nuansa pemerintah dzolim.

Maman Imanulhaq menegaskan kalau pihaknya tak melihat ada kedzoliman dari pemerintah, apalagi Habib Rizieq Shihab ke Arab Saudi bukan karena diusir.

“Kalau kami tidak melihat, karena yang berangkat ke Arab Saudi sendiri Pak HRS, lalu ketika beliau mau pulang ternyata ada yang cekal, maka kita tinggal tanyakan sebagai institusi, PKB mendorong terang benderangnya persoalan ini, dan itu memakai jalur demokrasi ke partai, nanti di Komisi 1 kami akan menanyakannya, dan kami pun kalau memang perlu misalnya kerajaan Arab Saudi,” bebernya.

Ia sangsi jika benar ada kesengajaan dari pemerintah Indonesia yang meminta pemerintah Arab Saudi untuk mencekal Habib Rizieq Shihab.