Delapan Kesepakatan Ijtima Ulama IV

by -521 views

https://www.tagar.id/Asset/uploads/107808-ijtima-ulama-4.jpeg

Jakarta – Ijtima Ulama IV menghasilkan puas butir para ulama. Satu demi satu yang meminta pemerintah agar Ijtima Ulama dilembagakan. Acara Ijtima Ulama IV berlangsung di Lorin Hotel Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 5 Agustus 2019.

“Nomor empat, perlunya ijtima ulama dilembagakan, sebagai wadah musyawarah antara habaib dan ulama serta tokoh untuk terus meningkatkan kemaslahatan agama, bangsa dan negara,” ujar Penanggung Jawab Ijtima Ulama IV, Yusuf Muhammad Martak saat membacanya. Dikutip dari Antara, Senin petang, 5 Agustus 2019.

Menurut Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama itu, keputusan itu lahir setelah para ulama menimbang dengan berpedoman pada ayat suci Alquran dan ditambahkan hadis riwayat Nabi Muhammad.

“Memperhatikan saran dan masukan peserta Ijtima Ulama IV yang menentang kezaliman dan kecurangan di Indonesia harus tetap melalui jalur jihad konstitusional,” kata Yusuf.

Maka, dari berbagai pertimbangan para ulama yang hadir, Ijtima Ulama IV memutuskan:

1. Menolak kekuasaan yang zalim, serta mengambil jarak dengan kekuasaan tersebut.

2. Menolak putusan hukum yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan.

3. Mengajak masyarakat berjuang dan memperjuangkan:

3.1. Penegakan hukum terhadap penodaan agama , sesuai amanat undang-undang.

3.2. Mencegah bangkitnya ideologi markisme, komunisme dalam bentuk apapun.

3.3. Menolak semua perwujudan kapitalisme dan liberalisme seperti penjualan aset negara kepada setiap orang aseng.

3.4. Pembentukan tim investigasi tragedi pemilu 2019.

3.5. Menghentikan agenda pembubaran ormas islam dan menghentikan kriminalisasi ulama. Serta memulangkan Habib Rizieq Shihab tanpa syarat apa pun.

3.6. Mewujudkan NKRI yang syariah dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi.

4. Perlunya ijtima ulama dilembagakan sebagai wadah musyawarah antara habaib dan ulama serta tokoh untuk terus meningkatkan kemaslahatan agama, bangsa dan negara.

5.Perlunya dibangun kerja sama antara ormas Islam dan politik .

6. Menyerukan kepada umat Islam untuk mengonversi simpanan dalam bentuk logam mulia.

7. Membangun sistem kaderisasi sebagai generasi penerus Islam yang tangguh dan berkualitas.

8.Meminta perhatian khusus terhadap isu dan masalah substansial tentang perempuan, anak dan keluarga melalui berbagai kebijakan dan peraturan yang tidak bertentangan dengan agama dan budaya.

 

Editor : AL
PENULIS : KB