Cerita di Balik Lambang Garuda Pancasila yang Kita Kenal Sekarang

by -1,011 views

 

Tahukah teman-teman, pada awalnya Garuda Pancasila bentuknya tidak sama dengan yang sering kita lihat sekarang ini.

Inspirasi dari Sejarah Indonesia

Inspirasi burung garuda diambil dari benda bersejarah peradaban Indonesia seperti yang tergambar pada beberapa candi yang didirikan berabad-abad yang lalu.

Burung garuda ini memiliki kemiripan dengan elang jawa.

Dalam beberapa ukiran, burung garuda ada yang digambarkan setengah manusia yang berwajah seperti manusia.

Ada juga yang dilukiskan berparuh panjang dan memiliki rambut seperti manusia.

Banyak kerajaan yang memakai gambar burung garuda sebagai lambang kerajaannya.

Panitia Lencana Negara

Garuda Pancasila sebagai lambang negara berawal ketika Muhammad Yamin menjadi Ketua Panitia Lencana Negara pada tahun 1949.

Saat itu negara kita berbentuk serikat yang dikenal dengan nama Republik Indonesia Serikat.

Sultan Hamid II, salah satu anggota panitia ini membuat beberapa gambar dan sketsa yang akan dijadikan lambang negara.

Ada beberapa gambar yang diusulkan menjadi lambang negara kita. Yuk, kita lihat.

Gambar-gambar yang pernah diusulkan menjadi lambang negara.
Gambar 1

Pada gambar ini burung garuda berada dalam sebuah lingkaran yang dikelilingi tulisan REPUBLIK INDONESIA SERIKAT.

Burung garuda berdiri di atas bantalan bunga teratai. Kepalanya berambut ikal, digambarkan mirip seperti burung garuda yang dipahat di candi-candi.

Di dadanya ada perisai yang terbagi menjadi 4 bidang dengan 4 gambar yaitu banteng, pohon beringin, padi, dan keris.

Di tengah perisai ini ada garis melintang yang melambangkan garis khatulistiwa.

Gambar 2

Pada gambar ini burung garuda berada dalam lingkaran yang dikelilingi tulisan REPUBLIK INDONESIA SERIKAT.

Di dadanya ada perisai yang terbagi menjadi 5 bagian bergambar batang padi, pohon beringin, keris, dan banteng.

Gambar padi sebagai lambang kemakmuran menempati 2 bagian dari perisai ini.

Kepala burung garuda ini memakai mahkota, kalung, dan anting-anting.

Di bagian bawahnya ada tulisan Arab Melayu yang artinya Republik Indonesia Serikat.

Gambar 3

Gambar burung garuda ini yang paling mirip dengan Garuda Pancasila yang kita kenal sekarang.

Tubuh bagian atasnya berbentuk manusia.

Kepalanya berjambul dengan rambut ikal.

Burung garuda ini memegang perisai yang terbagi menjadi 5 bagian bergambar bintang, pohon beringin, padi, rantai, dan banteng.

Burung ini mencengkeram pita putih bertuliskan BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Bulu ekor burung ggaruda ini ada 7 karena angka 7 melambangkan kesempurnaan pada tata negara sejak ribuan tahun yang lalu.

Gambar 4

Gambar ini adalah penyempuranan dari gambar sebelumnya.

Atas permintaan Presiden Soekarno, gambar ini dibuat oleh Dullah, seorang pelukis.

Ada 17 bulu sayap yang menggambarkan tanggal 17, tanggal kemerdekaan Indonesia.

Bulu ekor yang berjumlah 8 melambangkan bulan Agustus.

Ada 45 bulu leher yang melambangkan tahun 45 dan 19 bulu di pangkal ekor.

Apabila digabungkan, jumlah bulu itu menyimbolkan hari kemerdekaan negara kita, 17-8-1945.

Burung garuda berwarna emas ini mencengkeram pita putih bertuliskan BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Burung Garuda Pancasila yang kita kenal sekarang ditetapkan sebagai lambang negara kita sejak 17 Oktober 1951.