Briptu Heidar Yang Disandera KKB di Papua Polri Ungkap Penyebab Gugurnya

by -532 views

 

Jakarta,Beritadalam.com -Polri mengungkapkan bahwa Briptu Heidar meninggal dengan luka tembak di bagian yang dilepaskan. Anggota Direskrim Polda Papua itu ditemukan tewas usai disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8/2019). “Penyebab kematian Briptu Heidar menyebabkan luka tembak di daerah vital,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo Beritadalam dihubungi Beritadalam.com , Selasa (13/8/2019).

Kejadian ini bermula pada Senin pukul 11.00 WIT. Saat itu, Briptu Heidar dan Bripka Alfonso Wakum sedang melakukan tugas penyelidikan di Kabupaten Puncak dengan mengendarai sepeda motor. Saat melintas di Kampung Usir, Briptu Heidar meminta bantuan dari Bripka Alfonso memberhentikan kendaraannya. Selanjutnya, Briptu Heidar menghampiri kunjungan tersebut, sedangkan Bripka Alfonso menunggu di atas motor. Pada saat Briptu Heidar berbicara dengan peserta tersebut, tiba-tiba sekolompok orang datang dan langsung membawa Briptu Heidar. Setelah kejadian tersebut, Bripka Alfonso segera melaporkan kejadian tersebut ke pos polisi di Kabupaten Kago Puncak.

Pihak Pemkab Puncak dan Polres Puncak Jaya pun sempat melakukan negosiasi dengan KKB pimpinan Lekagak Talenggen. Polisi perlu melakukan persetujuan dengan TNI untuk melakukan penilaian terhadap para tokoh masyarakat Puncak. Kepolisian meminta kelompok yang membebaskan Briptu Heidar karena selama ini yang diminta melakukan tugas di daerah ini tidak memiliki catatan yang buruk dan aktif berkomunikasi dengan warga lokal. Akan tetapi, jenazah Briptu Heidar kemudian ditemukan tak jauh dari lokasi penyanderaan.

Saat ini polisi masih memastikan apakah ada pelanggaran yang dilakukan Heidar adalah kelompok KKB Lekagak Talenggen, sekaligus mengejarnya. Polri juga telah memberikan kemenangan kepada Briptu Heidar sebagai bentuk penghormatan. Anggota Polri yang gugur mendapat kenaikan pangkat luar biasa, dinaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, “kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Brigjen Pol (Pol) Dedi Prasetyo kompilasi dihubungi Beritadalam.com , Senin (12/8/2019) .

Pihak Pemkab Puncak dan Polres Puncak Jaya pun sempat melakukan negosiasi dengan KKB pimpinan Lekagak Talenggen. Polisi sempat melakukan koordinasi dengan TNI untuk melakukan pendekatan terhadap para tokoh masyarakat Puncak. Kepolisian meminta kelompok itu segera membebaskan Briptu Heidar karena selama ini yang bersangkutan melaksanakan tugas di daerah tersebut tidak memiliki catatan buruk dan aktif berkomunikasi dengan warga setempat. Akan tetapi, jenazah Briptu Heidar kemudian ditemukan tak jauh dari lokasi penyanderaan.

Saat ini polisi masih memastikan apakah pelaku pembunuhan Heidar adalah kelompok KKB Lekagak Talenggen, sekaligus mengejarnya. Polri juga telah memberi kenaikan pangkat kepada Briptu Heidar sebagai bentuk penghormatan. Anggota Polri yang gugur mendapat kenaikan pangkat luar biasa, dinaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ketika dihubungi Beritadalam.com, Senin (12/8/2019).