Banyak Adegan Tak Lolos Sensor, Film ‘Midsommar’ Belum Pasti Tayang di Indonesia

by -1,489 views
Banyak Adegan Tak Lolos Sensor, Film 'Midsommar' Belum Pasti Tayang di Indonesia
Banyak Adegan Tak Lolos Sensor, Film 'Midsommar' Belum Pasti Tayang di Indonesia

Desas-desus film ‘Midsommar’ yang gagal tayang di Indonesia akibat sensor masih terus bergulir di media sosial.

Hingga kini, para pencinta film horor belum mendapat kepastian apakah karya besutan Ari Aster itu bakal nangkring di bioskop Tanah Air atau tidak.

Sebelumnya, tanggal 13 Agustus 2019, trailer film itu telah lolos sensor.

Untuk film utuh rencananya bakal ditayangkan pada 21 Agustus 2019. N

Namun, di media sosial telah banyak informasi yang dipercayai bahwa ‘Midsommar’ tak akan tayang.

Film itu diproduksi oleh A24 yang pernah memproduksi ‘Hereditary’ tahun 2018.

Tentu, bagi para pecinta film horror, judul film tersebut tidak asing karena mampu memberikan trauma yang cukup dalam setelah menontonnya.

 

Masih diarahkan oleh Ari Aster, ‘Midsommar’ ternyata berbeda sekali dengan ‘Hereditary’.

Jika ‘Hereditary’ banyak memainkan cahaya dalam gelap dan permainan mimik muka menyeramkan sang pemain, ‘Midsommar’ justru memberikan limpahan cahaya dan senyuman aktris yang terlibat.

Dapat dikatakan, film yang telah ditayangkan di New York, Amerika Serikat pada 18 Juni 2019 itu mendobrak pakem film horor yang kerap diwarnai dengan cahaya minim dan adegan mengagetkan.

Tentu, ini adalah angin segar bagi dunia perfilman, karena tidak banyak yang menguasai pengarahan film horor di siang bolong seperti Aster.

Mengutip laman resmi ‘Midsommar’ di a24films.com, jalinan cerita film ini bertumpu pada pasangan Dani Ardor (Florence Pough) dan Christian Hughes (Jack Reynor). Sempat melihat pembunuhan yang dilakukan saudara perempuannya, Dani merasa trauma.

Rasa trauma itu kemudian mempengaruhi hubungannya dengan sang pacar, Christian.

Di musim panas, Dani mengetahui bahwa Christian dan temannya, Mark serta Josh diundang oleh Pelle ke perayaan midsummer di Swedia.

Pelle meyakinkan bahwa perayaan itu hanya terjadi setiap 90 tahun sekali.

Tertarik dengan premis perayaan musim panas itu, mereka pun terbang ke Swedia. Di sini, malapetaka mulai terjadi beruntutan.

Tentu, sebagai film dewasa, ‘Midsommar’ tidak dianjurkan untuk ditonton anak di bawah umur.

Sejumlah resensi film dari kritikus internasional juga mengatakan film ini hanya untuk orang bermental baja.

Banyak adegan yang bisa membuat orang bergidik ngeri, seperti yang disuguhkan Aster di ‘Hereditary’.

Bagi yang sudah menonton ‘Hereditary’, pasti sudah menunggu keputusan tayang ‘Midsommar’ di Indonesia bukan? Semoga film itu bisa lolos sensor ya!

Jika ‘Hereditary’ banyak memainkan cahaya dalam gelap dan permainan mimik muka menyeramkan sang pemain, ‘Midsommar’ justru memberikan limpahan cahaya dan senyuman aktris yang terlibat.

Dapat dikatakan, film yang telah ditayangkan di New York, Amerika Serikat pada 18 Juni 2019 itu mendobrak pakem film horor yang kerap diwarnai dengan cahaya minim dan adegan mengagetkan.

Tentu, ini adalah angin segar bagi dunia perfilman, karena tidak banyak yang menguasai pengarahan film horor di siang bolong seperti Aster.

Mengutip laman resmi ‘Midsommar’ di a24films.com, jalinan cerita film ini bertumpu pada pasangan Dani Ardor (Florence Pough) dan Christian Hughes (Jack Reynor). Sempat melihat pembunuhan yang dilakukan saudara perempuannya, Dani merasa trauma.

Rasa trauma itu kemudian mempengaruhi hubungannya dengan sang pacar, Christian.

Di musim panas, Dani mengetahui bahwa Christian dan temannya, Mark serta Josh diundang oleh Pelle ke perayaan midsummer di Swedia.

Pelle meyakinkan bahwa perayaan itu hanya terjadi setiap 90 tahun sekali.

Tertarik dengan premis perayaan musim panas itu, mereka pun terbang ke Swedia. Di sini, malapetaka mulai terjadi beruntutan.

Tentu, sebagai film dewasa, ‘Midsommar’ tidak dianjurkan untuk ditonton anak di bawah umur.

Sejumlah resensi film dari kritikus internasional juga mengatakan film ini hanya untuk orang bermental baja.

Banyak adegan yang bisa membuat orang bergidik ngeri, seperti yang disuguhkan Aster di ‘Hereditary’.

Bagi yang sudah menonton ‘Hereditary’, pasti sudah menunggu keputusan tayang ‘Midsommar’ di Indonesia bukan? Semoga film itu bisa lolos sensor ya!