6 Fakta Syed Saddiq, Menpora Malaysia yang Jadi Korban Ricuh di GBK

by -1,244 views
6 Fakta Syed Saddiq, Menpora Malaysia yang Jadi Korban Ricuh di GBK
6 Fakta Syed Saddiq, Menpora Malaysia yang Jadi Korban Ricuh di GBK

 

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq merasakan langsung tindakan tidak terpuji suporter Indonesia saat laga perdana Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Indonesia dan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/9/2019).

Ia pun mencurahkan pengalaman tidak mengenakkan tersebut lewat akun Instagram-nya. Tidak hanya itu, ia juga mengungkap bahwa Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) akan melaporkan kericuhan ini ke FIFA.

Syed Saddiq lahir di Pulai, Johor Bahru, Malaysia pada 6 Desember 1992. Berikut profil dan biodata pria berusia 26 tahun ini yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Menteri Termuda di Asia

Karier politik Syed Saddiq mulai saat ia menjadi juru bicara dari sayap pemuda Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) sejak tahun 2016. Ia kemudian terpilih menjadi anggota Parlemen Malaysia mewakili daerah Muar pada Pemilihan Umum 2018.

Pada Juli 2018, Syed Saddiq yang masih berusia 25 tahun terpilih masuk dalam jajaran kabinet Perdana Menteri Mahathir Mohamad sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Ia pun menjadi menteri termuda Malaysia dan media-media Asia pun menyebutnya sebagai menteri termuda di Asia.

2. Jago Debat

Pria bernama lengkap Syed Saddiq bin Syed Abdul Rahman ini pernah menempuh pendidikan di Royal Military College sebelum melanjutkan pendidikannya di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Selama pendidikannya di IIUM inilah Syed Saddiq menempa kemampuan debatnya dan mengikuti sejumlah kompetisi debat. Ia pun berhasil menjadi juara di United Asian Debating Championship yang merupakan kompetisi debat di level Asia.

3. Menolak Beasiswa dari Oxford University

Pada tahun 2017, Syed Saddiq dikabarkan menolak beasiswa sebesar 400.000 Ringgit (Rp 1,3 miliar) dari Oxford University karena ingin fokus pada politik.

Saat terpilih menjadi anggota parlemen setahun kemudian, ia kembali menolak beasiswa Chevening yang ditujukan untuk menempuh pendidikan Master in Public Policy di Oxford University.

4. Dekat dengan Mahathir Mohamad

Syed Saddiq memiliki hubungan profesional dan pribadi yang dekat dengan Mahathir Mohamad. Syed menganggap Mahathir sebagai mentornya dan ia pun selalu menemani Mahathir saat kampanye untuk mendekati pemilih berusia muda.

5. Pernah Nge-vlog dengan Presiden Jokowi

Syed Saddiq sebelumnya pernah mengunjungi Palembang pada pertengahan tahun 2018 untuk meninjau persiapan Asian Games 2018. Di tengah kunjungan tersebut, ia sempat bertemu dengan Presiden Jokowi dan membagikan keseruannya dalam sebuah vlog.

6. Setujui Laporkan Kericuhan di GBK ke FIFA

Setelah menjadi korban kericuhan di laga Indonesia vs Malaysia, Syed Saddiq mengungkap bahwa Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) akan melaporkan kericuhan tersebut ke FIFA. Ia mengaku menyesal kericuhan ini terjadi karena ia berharap laga tersebut bisa menyatukan kedua negara.

“Saya diberitahu oleh FAM bahwa mereka akan melaporkan kejadian ini ke FIFA. Saya juga akan membuat laporan resmi kepada pemerintah Indonesia,” tulis Saddiq di Instagramnya sesaat setelah laga.

“Kekerasan tidak bisa ditoleransi dengan cara apa pun. Keamanan pemain dan pendukung Malaysia adalah prioritas saat ini.”

“Saya masih bersama pendukung Malaysia di stadion sambil menunggu di luar sampai kami bisa pulang. Ini adalah peristiwa menyedihkan bagi sepakbola yang seharusnya bisa menjadi media pemersatu. Saya berjanji untuk menuntut keadilan bagi orang Malaysia,” demikian ucapnya.